Jadi, PBB Sulsel menurutnya, sengaja mau singkirkan dirinya baik sebagai kader maupun sebagai anggota legislator DPRD Sulsel. Bahkan kedatangan pak Yusril Ihza Mahendra ke Makassar pun tidak ada pengurus yang beritahu padahal harusnya selaku legislator PBB dirinya berkewajiban mendampingi beliau.
Ketua DPW ini bekerja harusnya keliling menemui tokoh yang bisa meraih suara untuk PBB bukan memecat yang sudah terbukti punya potensi suara. Jadi Ketua DPW ini bekerja bukan untuk membesarkan partai tapi untuk kepentingan pribadinya ataukah memang dia tidak mampu atau kurang percaya diri.
“Saya gabung di PBB membawa gerbong suara di luar dari struktur partai untuk membuat partai ini meraih suara besar, karena saya yakin partai ini bisa besar bila di kelola dengan baik karena ideologinya yang sangat bagus. Alhamdulillah saya memperoleh suara terbanyak. Saya turun dan reses ke daerah itu juga kerja-kerja politik ke konstituen PBB juga tapi ini yang tidak di pahami Ketua DPW,” pungkasnya.
Namun, kalau DPC memang suaranya Badaruddin, DPC juga tidak pernah ada penyampaian dan permintaan untuk kunjungan ke tempatnya sementara konstituen PBB yang lain sangat mengharapkan kita hadir di tempatnya .
“Saya juga bekerja untuk orang-orang yang pernah memilih PBB dan itulah sumpah yang di ucapkan saat di lantik jadi anggota DPRD. Jadi kalau kau mau memecat tanpa pemberitahuan akan adanya kegiatan partai itu tindakan sepihak bahkan harusnya kamulah yang di pecat karena sangat jelas kemampuan nya di pertanyakan. Saya sengaja mau di hilangkan di partai. jadi hanya memanfaatkan jabatannya di partai untuk mendzolimi saya,” pungkasnya.
Penulis: Abdul Latif



