24 C
Makassar
Sunday, April 12, 2026
HomeOlahragaJumlah Personil di PON Dikurangi, AFP Sulsel 'Keberatan'

Jumlah Personil di PON Dikurangi, AFP Sulsel ‘Keberatan’

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pihak Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Sulawesi Selatan merasa tidak puas dengan keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan, terkait pengurangan jumlah pemain dalam tim yang akan berlaga di PON Papua.

Diketahui, KONI Sulsel telah memangkas jumlah personil futsal yang bakal berlaga di PON Papua dari 15 orang satu tim menjadi 10 orang saja.

Hal ini dianggap tidak efektif oleh AFP Sulsel, sebab dalam aturan sudah ditetapkan 15 pemain dalam satu tim. Hal itu tentu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bakal terjadi saat kompetisi berlangsung.

“Untuk futsal, sesuai dengan regulasi nasional, pemain itu 15 jumlahnya. Pelatih ada empat. Mulai pelatih kepala, asisten pelatih, pelatih fisik, dan pelatih kiper,” ujar ketua harian AFP Sulsel, Ahmad Susanto.

Cuma kami di futsal, dari KONI itu di-SK-kan cuma 10 pemain. Pelatih sampai hari ini kita belum terima SK-nya,” lanjutnya kepada Sulselekspres.com.

Lebih lanjut Ahmad Susanto mengatakan bahwa jumlah tersebut sangat tidak ideal untuk berlaga di kompetisi sebesar PON. Sebab di Pra PON saja jumlah pemain 15 orang, itu pun masih kewalahan.

“Saya kira ini tidak ideal, apalagi kalau kita ditarget untuk berprestasi. Sangat tidak ideal. Secara teknis, bermain futsal itu memang 15. Malah kalau pertandingan yang sifatnya nasional, di luar PON, itu jumlahnya 18. Tapi karena ini PON jadi harusnya 15. Tapi KONI cuma daftarkan 10,” jelas Ahmad.

Hal ini dinilai sebagai hambatan serius dalam menghadapi target yang diberikan. Terlebih lagi anggaran persiapan dan SK pelatih sampai saat ini belum dikeluarkan pihak KONI. Sehingga masing-masing cabor harus berinisiatif melakukan latihan sendiri dengan fasilitas seadanya.

BACA: Nurdin Abdullah Laporkan Bencana Masamba Kepada Presiden, Bantuan Pusat Dikerahkan

“Tentu ini menjadi hambatan. Jadi kesulitan. Karena di futsal itu main paket. Apalagi kita ini belum terima SK pelatih. Tentu itu menghambat persiapan.”

“Apalagi sekarang ini masa pandemi. Tidak ada latihan. Anggaran KONI juga sudah distop. Cuma Januari kalau tidak salah. Jadi untuk persiapan PON sampai hari ini ya masing-masing cabor yang inisiasi. Kami di futsal ya cuma minta anak-anak latihan sendiri. Jaga kebugarannya, jaga fisiknya. Karena memang serba terbatas,” jelasnya.

Lebih parahnya lagi, menurut Ahmad, selama masa pandemi ini KONI tidak pernah memberikan arahan ataupun petunjuk terkait tahapan-tahapan yang harus dilakukan.

“Seharusnya di masa pandemi seperti ini ada petunjuk, ada arahan. Sehingga operasional latihan bisa kita laksanakan dengan ketentuan protokol kesehatan,” beber Ahmad.

Ahmad berharap, KONI bisa berubah pikiran dan kembali menetapkan 15 pemain dalam tim, agar permainan bisa efektif dan busa mewujudkan target yang diberikan.

“Ya pasti. Sangat tidak ideal. Pra PON saja 15. Itu pun agak pincang. Apalagi main tiap hari. Belum lagi dengan pengaturan fisik. Jangan sampai ada yang cedera, ada yang kena kartu, dan lain-lain, sehingga tidak bisa bermain.”

“Kami berharap bisa tetap didaftarkan 15 lah. Sesuai regulasi dan aturan yang ditetapkan nasional. Apalagi kalau kita dua kiper, berarti cuma dua paket. Ini sangat tidak masuk akal,” harapnya.

Terkait alasan KONI melakukan pemangkasan, Ahmad Susanto mengaku tidak tahu pasti. Tetapi diduga karena anggaran minim akibat pandemi wabah Covid-19 yang menyerang.

“Silakan tanyakan ke KONI apa alasannya. Yang saya dengar, salah satu alasannya itu karena anggaran. Harusnya ini bisa dikomunikasikan ke pemerintah terkait hal ini. Karena Sulsel ditarget lebih baik dari PON sebelumnya. Tapi kalau begini tentu sangat sulit. Sudah tidak ideal,” tutupnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img