Jurnalis Makassar Santuni Jannah Bocah Penderita Lumpu Layu

Wakili Jurnalis Makassar, H Yusuf Wahid serahkan santunan atas sumbangan sukarela Jurnalis kepada Rini, ibu kandung Nurjannah di rumahnya, makassar, Sulsel, Jumat.

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sejumlah jurnalis Makassar turut prihatin atas kondisi bocah Nurjannah kini berusia sembilan tahun mengalami lumpuh layu dengan memberikan santunan seadanya kepada keluarga bersangkutan.

“Santunan ini tidak seberapa besar, paling tidak bisa meringankan beban hidup Jannah dengan ibunya,” tutur perwakilan Jurnalis Makassar, H Yusuf Wahid saat berada di rumah penderita, jalan Mangerangi lorong 11, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/11/2017).

Menurut dia, munculnya ide menyumbang tersebut setelah mendengar informasi ditemukan kondisi anak lumpuh layu di Kelurahan Bongayya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar yang tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat.

Tidak hanya itu berdasarkan reportase wartawan yang menengok keadaan rumah yang ditinggali sangat tidak layak, atap bocor, lantai sebagian tanah dan sebagian di semen kasar, tempat Mandi, Cuci Kakus (MCK) pun sangat tidak standar untuk rumah layak.

“Hasil laporan dari teman kami adanya warga menderita lumpuh layu hingga sembilan tahun, sehingga kami berinisiatif melakukan penggalangan dana, dan katanya pemerintah lamban mengurus anak ini sampai sebesar sekarang,” ucap senior Pewarta Foto Indonesia (PFI) Makassar itu.

Pihaknya berharap, bantuan sumbangan dari rekan-rekan wartawan yang terkumpul spontanitas saat melaksanakan liputan di Hotel Santika, dapat menjadi nilai ibadah, dan tidak ada kepentingan apapun dibalik aksi sosial tersebut.

“Anak-anak wartawan langsung merespon tadi waktu dikatakan ada penderita lumpuh layu di Makassar, makanya lansung kumpul dana seiklasnya, lumayan tapi tidak besar, semoga bisa bermanfaat buat keluarganya,” tambah fotografer media Ujungpandang Ekspres itu.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes pol Dicky Sondani juga menjenguk Jannah di rumahnya. Dirinya melihat kondisi langsung anak penderita tersebut termasuk tingkat perekonomiannya.

BACA JUGA :  Home Care Dinkes Makassar Tangani Arianti Anak Hedrosefalus

Dalam kunjungannya, Dicky memberikan bantuan seadanya seperti mie instan dan makanan untuk kebutuhan hidup. Tidak hanya itu pihaknya menyumbangkan satu tempat tidur bagi keluarga Jannah, sebab selama ini tidur hanya melantai dan tidak punya kasur.

“Kami berusaha memberikan bantuan yang kami mampu buatnya agar bisa hidup lebih baik. Semoga bantuan ini bisa berguna buat mereka menyambung hidup,” kata Dicky.

Santunan juga diberikan tim kerja pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, melalui Haeruddin Nurman di rumah bersangkutan. Alasannya beredar informasi ada anak menderita Lumpuh Layu di Kota Makassar.

Sementara Ibu Nurjannah (9), Rini mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan para penyumbang. Dirinya tidak menyangka mendapat perhatian dari masyarakat atas kondisi yang dialaminya saat ini.

“Syukur alhamdulillah, terima kasih banyak kami ucapkan utamanya kepada teman media memberitakan sehingga semua orang mulai peduli dengan nasib kami selama ini,” ujarnya terharu.

Ibu dua anak ini mengaku banyak terbantu berkat seseorang bernama Andi Amin Halim Tamatappi membantunya sejak awal, dengan memberikan bantuan seadanya seperti membetulkan atap bocor, pengerasan lantai dengan semen, hingga membelikannya kompor untuk masak.

Sebab, selama ini dirinya berjuang hidup mengandalkan bantuan dari keluarga dan tetangga terdekat, mengingat suaminya Yan Arfandi (43) berjuang hidup di ibu kota Jakarta, tapi sayang tidak mendapat pekerjaan tetap.

“Kadang ada dikirim atau tidak ada sama sekali. Kalaupun mengirim uang hanya Rp150 ribu dan biasa sekali dua bulan. Kadang anak saya hanya makan nasi campur kecap, kadang-kadang makan enak kalau dikasih tentangga,” ujarnya menceritakan.

Kendati dirinya mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program dari Presiden Joko Wododo, namun tidak maksimal digunakan karena terkendala uang transport membawa anaknya ke puskesmas ataupun rumah sakit.

BACA JUGA :  Appi-Cicu Harap Jurnalis Jadi Corong Pilwali Damai

“Biasa saya gunakan kalau anak saya panas tinggi baru bawa ke Pusksesmas. Memang sejak usia tiga bulan Jannah mengalami panas tinggi lalu step, bahkan matanya naik ke atas. Beginilah kondisinya sekarang, kami mau memberikan perawatan kesehatan tapi biaya tidak ada,” ucapnya terlihat sedih.

Saat ditanya apakah ada perhatian dan bantuan khusus dari Pemerintah Kota Makassar, dirinya membeberkan, hanya bantuan sembako, itupun dari pihak Kecamatan setempat melaui RT, sedangkan untuk perhatian serius Pemkot Makassar tidak diberikan, karena dirinya orang miskin.