31 C
Makassar
Senin, Januari 24, 2022
BerandaMetropolisKakanwil Kemenag Sulsel Jenguk Korban Bom katedral

Kakanwil Kemenag Sulsel Jenguk Korban Bom katedral

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu, 28 Maret 2021, mengundang reaksi Kakanwil Kemenag Sulsel H. Khaeroni.

“Berita kejadian di Depan Gereja Katedral Makassar tadi, membuat saya kaget sekaligus geram, Tindakan Pelaku benar benar sangat melukai rasa kemanusiaan kita semua,” ucapnya, dilansir dari rilis resminya.

Pihaknya pun mengecam keras atas terjadinya aksi Biadab bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar yang diduga dilakukan oleh seseorang di Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kakanwil Menilai menilai, aksi ini sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan sangat jauh dari nilai Kemanusiaan dan ajaran agama.

“Apa pun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan oleh agama manapun, karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri juga sangat merugikan orang lain,” ujar Kakanwil

Sesaat setelah mendengar kejadian tersebut, Kakanwil Kemenag Sulsel yang berada di Soppeng langsung menuju Lokasi kejadian yakni di Gereja Katedral, namun sayang, lokasi kejadian saat ini masih dipasangi police line untuk memudahkan kerja aparat kepolisian melakukan penyelidikan lebih mendalam, sehingga Kakanwil hanya bisa berbincang di Mobil Operasional bersama sejumlah Aparat Keamanan.

Usai berada di sekitar Lokasi kejadian, Kakanwil Kemenag Sulsel bersama Plt. Gubernur Sulsel A. Sudirman Sulaiman dan Ketua DPRD Sulsel mengunjungi sejumlah Korban Pengeboman yang sementara dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, dimana di saat yang hampir bersamaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga tiba di Rumah sakit Bhayangkara dengan maksud yang sama yakni mengunjungi Korban Ledakan Bom.

Menurut data Terakhir yang dirilis Polda Sulsel sudah berjumlah 20 orang terluka yang sementara ini sedang dirawat di sejumlah Rumah Sakit di Kota Makassar. Pada saat kejadian, sebagian jemaat Gereja tengah beribadah di dalam Gereja Katedral. identitas korban Terluka maupun pelaku hingga kini masih dalam pendataan dan Pendalaman Pihak Kepolisian.

BACA JUGA :  Andi Sudirman: Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Meningkat dari Tahun Lalu

Kakanwil Kemenag Sulsel berharap Kepolisian dan aparat yang berwenang bisa segera mengungkap latar belakang aksi kekerasan yang dilakukan di dekat tempat ibadah ini. Tak hanya itu, Kakanwil juga berharap, aparat bisa mengungkap tuntas aktor-aktor yang terlibat dalam aksi keji ini.

“Kami beserta jajaran di Kemenag Sulsel akan selalu siap bersinergi dengan semua tokoh agama dan masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, BNPT, FKUB, dan lain-lain untuk menindaklanjuti dan mengantisipasi aksi terorisme di Sulawesi Selatan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi”, Jelasnya.

Pihaknya juga meminta dan menginstruksikan kepada semua jajaran Kementerian Agama di wilayah Sulawesi Selatan proaktif dalam menjaga kondusifitas serta menciptakan ketenangan di tengah masyarakat dan umat beragama.

Atas kejadian ini, Khaeroni juga mengimbau para tokoh agama untuk terus meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya beragama secara moderat. Menurut Kakanwil, agama apa pun tidak ada yang mengajarkan umatnya untuk melakukan aksi kekerasan. Sebab kekerasan akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan pasti merugikan banyak pihak. Kekerasan ini pulalah yang rawan mengoyak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah terbina dengan rukun dan baik khususnya di Sulsel, Papar Kakanwil

Kakanwil Kemenag Sulsel mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai dalam menghadapi persoalaan seperti dengan dialog, diskusi, silaturahmi dan lain sebagaianya. Jika cara itu ditempuh, diyakini akan mampu memecahkan masalah yang dihadapi.

BACA JUGA

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6