25 C
Makassar
Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaHukrimKapolres Bone Pastikan Proses Oknum Polisi yang Terjerat Narkoba

Kapolres Bone Pastikan Proses Oknum Polisi yang Terjerat Narkoba

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Kapolres Bone, AKBP Ardiansyah mulai angkat bicara terkait kedua personelnya yang berpangkat Brigadir terjerat kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Ia pun menegaskan tidak ada tebang pilih dalam menangani kasus tersebut.

“Diproseslah. Kalau ada yang bilang dilepas, itu tidak benar,” tegasnya saat ditanyai terkait penanganan kasus narkoba, Jumat (17/9/2021) kemarin.

Lebih lanjut, AKBP Ardiansyah mengaku jika saat ini, kedua oknum polisi yang terlibat narkoba tersebut masih ditahan.

“Keduanya juga sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” lanjutnya.

Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya teman-teman baik dari organisasi maupun media untuk membantunya dalam menangani kejahatan ini.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi menyayangkan sikap kedua oknum polisi yang bertugas di jajaran Polres Bone, lantaran diduga kasus penyalahgunaan Narkoba jenis Sabu.

Kedua oknum polisi tersebut berinisial AMR dan SF sementara dalam proses pemeriksaan dan penyelidikan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Bone.

Politisi Partai Golkar ini meminta pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel dan Polres Bone harus transparan dan akuntabel, jika ada 2 oknum dari kesatuan tersebut terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika.

“Jangan sampai ada hal yang ditutupi dalam proses penegakan hukum kepada 2 oknum yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba. Peristiwa ini tentunya berdampak pada citra kepolisian, Polri saat ini telah dipercaya publik, jangan sampai ras kepercayaan publik menurun kepada institusi polri, Aparat kepolisian harus memberi contoh baik kepada masyarakat bukan justru sebaliknya,” katanya kepada sulselekspres.com. Sabtu, (18/09/2021).

Politikus asal Bone itu menegaskan bahwasanya perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah jelas terang benderang bahwa dirinya meminta jajaran di institusi Polri dapat memberantas narkoba di Indonesia, bukan justru sebaliknya ada oknum aparat kepolisian yang terlibat penyalahgunaan atau melindungi bandar narkoba.

BACA JUGA :  Untuk Masyarakat, Masjid Pucak Bukan Atas Nama NA

“Narkoba tentunya menjadi musuh bersama bagi seluruh negara di dunia, karena dapat memberikan dampak yang sangat mengerikan bagi kehidupan, tentunya arahan dan perintah Kapolri harus dapat diimplementasikan secara nyata bagi aparat kepolisian tanpa terkecuali,” tegasnya.

Oleh karena itu, lebih lanjut dikatakan Andi Rio mendorong Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri harus dapat memberikan sanksi tegas serta mendalami keterlibatan oknum kepolisian yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba, jangan sampai oknum polisi itu justru bekerjasama atau terlibat dalam jaringan bandar narkoba.

Diberitakan, sebelumnya Tim Reserse Satuan Narkoba Polres Bone kembali mengamankan kedua oknum anggota Polisi yang tak lain adalah personil Polsek. Dua oknum polisi tersebut bertugas di Polsek Tonra dan Polsek Tanete Riattang

Kedua oknum polisi yang diamankan berinisial SF bertugas di Polsek Tanete Riattang sedangkah AMR merupakan personel Polsek Tonra. Keduanya diketahui berpangkat brigadir.

Kasat Narkoba Polres Bone, Iptu Aswandi Afandi SH mengatakan bahwa 2 oknum yang diamankan tersebut yakni, AMR dan SF dan sementara dalam penyelidikan.

Dijelaskan, Iptu Aswandi berdasarkan, kronologi penangkapan, berawal pada penangkapan pengguna narkoba pada Minggu (12/09) lalu. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan pada Senin (13/09) oknum polisi berinsial AMR diamankan pada Senin bersama barang bukti sabu ukuran kecil dalam bentuk saset.

“Untuk peran anggota ini belum bisa kita ungkapkan. Tapi kasus kedua oknum ini tidak berhubungan, masing-masing kasusnya lain,” jelasnya dalam keterangannya Rabu (15/9/2021).

Kata Aswandi lagi, AMR diamankan beserta Barang Bukti (BB) sabu dalam sashet dan mengakui untuk disalahgunakan, sementara SF dengan BB berupa Bong atau alat isap.

“Untuk tersangka kedua (SF), diamankan di jalan Sulawesi dan saat penangkapan, tidak ada barang bukti berupa narkoba, hanya bong atau alat hisap bersama warga sipil setelah kita curigai sesaat setelah menyalahgunakan narkotika pada Selasa 14 September lalu,” bebernya.

BACA JUGA :  Ketua Panitia Wisuda UKI Paulus Bakal Dijemput Paksa

Dia pun menambahkan, SF ditangkap bersama 4 warga sipil lainnya, namun 4 orang sipil tersebut diserahkan ke BNNK untuk menjalani proses assesment.

“4 orang ini kita kategorikan asesmen karena tidak ada BB, jadi kita serahkan ke BNN,” tambahnya.

Sekadar diketahui, dua bulan menjabat Kasat Narkoba, Iptu Aswandi telah mengungkap sebanyak 11 kasus terkait dengan narkoba.

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.230,8
EUR
16.574,3
JPY
125,3
KRW
12,1
MYR
3.428,8
SGD
10.556,7