32 C
Makassar
Sabtu, Oktober 1, 2022
BerandaRagamKematian Irfan Bukan Akibat Vaksin Rubella

Kematian Irfan Bukan Akibat Vaksin Rubella

PenulisAgus Mawan
- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kematian seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Takalar, Irfan (13) disebut-sebut diakibatkan implikasi dari vaksin Measles dan Rubella (MR).

Berdasarkan kronologinya, menyebutkan pada beberapa hari setelah Irfan divaksin, Ia mengalami demam tinggi, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya diperjalan menuju Rumah Sakit, pada Senin (13/8/2018) dini hari.

Namun, pascainvestigasi yang dilakukan Tim Independen Komda Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) bersama Komnas Kipi dapat disimpulkan, Irgan mengalami Demam Berdarah (DBD) disertai Syok (Dengue Syok Sindrom).

BACA: Soal Sertifikasi Halal Vaksin Rubella, MUI Sulsel: Ada Fatwa Tentang Imunisasi

Dengue Syok Sindrom adalah, sindrom syok yang terjadi pada penderita Dengue Hemorhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah Dengue. Menurut kriteria WHO tahun 1997 dinyatakan sebagai DHF derajat III-IV.

“Dengue syok sindrom disebabkan oleh infeksi virus dengue yang berat yang ditandai dengan demam tinggi yang bersifat mendadak,” tulis Dr. dr. Martirah selaku Wakil Ketua Komda Kipi dalam lembar kesimpulan tertanggal, Rabu (15/8/2018) yang diterima Sulselekspres.com.

BACA: Plt Kadis Kesehatan Sulsel: Kematian Siswa SMP Takalar Karena DBD

Selain itu, juga terdapat perdarahan spontan dari hidung pada hari ke-lima perjalanan penyakit dan intake tidak terjamin (pasien kurang asupan cairan).

Lebih jauh, tim mendapati sumber infeksi di lingkungan Irfan, dimana ada 2 orang yang tengah menderita demam berdarah (data dari Puskesmas Bulukunyi).

“Menurut klasifikasi WHO 2014, yang terjadi pada anak MA tidak berhubungan dengan imunisasi MR (koinsiden),” tutupnya.

BACA JUGA :  Kemenkes Canangkan Vaksinasi COVID-19 untuk Kaum Disabilitas
spot_img

Headline