29.4 C
Makassar
Rabu, Juli 6, 2022
BerandaMetropolisLantik Pejabat Eselon Tiga, Kakanwil Kemenag Sulsel Uraikan 4 Syarat Seorang Pemimpin

Lantik Pejabat Eselon Tiga, Kakanwil Kemenag Sulsel Uraikan 4 Syarat Seorang Pemimpin

- Advertisement -

 

MAKASSAR, SULSELRKSPRES.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan, Drs. H. Khaeroni, M.Si melantik 5 pejabat administrator di lingkungan Kanwil Kemenag Sulsel dengan dihadiri undagan secara terbatas dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Rabu (14/7/2021).

Diatara pejabat eselon III yang dilantik ini, satu pejabat dilantik untuk mengisi kekosongan jabatan pada Bimas Katolik Kanwil Kemenag Sulsel dan empat lainnya mengalami rotasi dari jabatan sebelumya.

Dalam sambutannya, Khaeroni menguraikan bahwa dalam Islam, ada 4 syrarat yang mesti dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu siddiq, amanah, tabliqh dan fathanah.

Siddik, kata Khaeroni yaitu jujur, dimana seorg pemimpin harus memegang teguh kejujuran. “Jujur bukan berarti polos. Bukan  “ngablak” kata orang Jawa yang bicaranya polos tanpa tendeng aling-aling,” imbuhnya.

Amanah, lanjut Khaeroni, yakni bertanggungjawab, dimana seorang pemimpin harus bisa mempertanggungjawabkan jabatan yang.disandangnya, baik kepada pimpinan, kepasa masyarakat dan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Seorang pemimpin menurut Kakanwil Khaeroni, juga harus memiliki sifat tabligh, yakni harus komunikatif dan Informatif. “Pemimpin harus pandai mengkomunikasikan kepada masyarakat tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, harus pandai mengkoordinasikan kepada stake holder terkait. Tentu disini diperlukan strategi-strategi sesuai situasi dan kondisi yg dihadapi”, ujarnya.

Syarat terakhir urai Khaeroni, yaitu Fathanah, yakni seorang pemimpin harus cerdas membaca situasi dan kondisi yang dihadapi. “Kecerdaskan itu diperlukan untuk kepentingan personal, namun jauh lebih penting jika kecerdasan itu dimanfaatkan untuk kepentingan institusional”, tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Khaeroni menyampaikan bahwa mutasi dan promosi jabatan adalah hal yang biasa. “Kalau disuruh milih saya akan memilih di Jawa karena tempatnya yang lebih stragtegis. Namun karena saya tahu diri bahwa semua sudah diatur oleh Allah SWT sehingga saya tidak boleh menyesal”, pungkasnya.

 

spot_img
spot_img

Headline