30 C
Makassar
Sabtu, April 17, 2021
BerandaPolitikLuhur Prianto Ingatkan Calon 'To Manurung' di Pilwali Makassar

Luhur Prianto Ingatkan Calon ‘To Manurung’ di Pilwali Makassar

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dinamika politik di pertarungan Pilwali Makassar 2020 ini banyak memicu kontroversi dan mulai menimbulkan atmosfer yang sedikit memanas.

Hal ini dipicu dengan banyaknya kandidat bakal calon yang mendaftarkan diri di sejumlah partai politik, maupun kandidat yang mendeklarasian diri melalui jalur perseorangan.

Melihat kondisi ini, salah satu pengamat politik muda Sulawesi Selatan, Luhur A Prianto, mengatakan bahwa atmosfer saat ini belum seberapa jika dibanding beberapa waktu kedepan. Sebab saat ini masih dalam tahapan proses di partai politik.

“Ya sekarang sih belum seberapa, masih terhitung adem ayem. Karena memang tahapannya masih dalam proses penyaringan di Partai Politik. Jadi nanti kalau sudah pengumuman dukungan barulah muncul semua.”

“Di tahap itulah nanti dilihat siapa orang yang berbahagia dan siapa orang yang kecewa. Di situlah klimaks pertama. Nah nanti di pemungutan suara sampai di pengumuman hasil, di sanalah muncul gejolak yang besar,” terang Luhur.

Lebih jauh Luhur bertutur terkait partai politik yang bakal mengusung calon, baiknya benar-benar merekomendasikan calon yang layak dan objektif.

“Nah ini untuk partai politik, harus juga objektif dalam mengusung calon. Harus calon yang benar-benar layak. Jadi calon yang didorong harus yang benar-benar berkompeten di bidangnya.”

“Calon yang didorong harus betul-betul lahir dari masyarakat dan besar dari gejolak politik di masyarakat,” terang Luhur.

Luhur menilai bahwa pemilihan walikota harus benar-benar objektif. Tidak bisa langsung tunjuk saja, apalagi mengusung pemimpin yang tidak jelas asal-usulnya, tidak kompeten di bidangnya.

“Memilih pemimpin itukan harus ada proses yang objektif dan panjang. Pilwali ini seperti lari marathon, bukan lari cepat. Jadi panjang prosesnya.”

“Jangan asal tunjuk saja, seperti To Manurung yang tiba-tiba turun sebagai pemimpin. Dari mana datangnya kok tiba-tiba bisa jadi pemimpin di tempat lain,” beber Pengamat muda tersebut.

Diketahui, To Manurung” dalam bahasa Bugis terdiri dari dua kata, yaitu “to” yang berarti “tau” (orang), dan  ”manurung” yang berarti turun dari tempat yang tinggi dalam pengertian turun dari langit. Ia dianggap sebagai bukan manusia biasa yang turun ke bumi untuk mengatur kehidupan manusia di bumi.

Penulis : Widyawan Setiadi

- Advertisment -

Headline