23 C
Makassar
Monday, March 23, 2026
HomeHeadlineM. Taiyeb, Dedikasi 34 Tahun untuk Mangrove

M. Taiyeb, Dedikasi 34 Tahun untuk Mangrove

- Advertisement -

Mangrove Memengaruhi Ketersediaan Pangan

Gerbang masuk kawasan Hutan Mangrove Tongke-tongke/ RAHMI DJAFAR

Dusun Tongke-tongke, memang memiliki beberapa tambak, tetapi masyarakat sekitar tetap membudidayakan Mangrove lebih banyak dari jumlah tambak. Terbukti dengan tutupan Mangrove yang banyak di pesisir hingga beberapa meter ke pantai.

Fungsi pangan dari Mangrove menurut salah seorang pemerhati ekosistem laut di Sulsel, Prayogo Prastyo Bagus Kusuma, sangat baik bagi sebagian biota laut.
“Mangrove bisa menjadi tempat pemijahan sebagian ikan-ikan dan biota lautnya. Analoginya seperti panti asuhan sementara. Sebelum Ikan-ikan itu dewasa, dia akan tinggal di kawasan akar-akar Mangrove. Nanti setelah dewasa, barulah bermigrasi ke laut,” jelas Prayogo.

BACA: 10 Destinasi Wisata Sinjai Wajib Dikunjungi

Seperti di Desa Tongke-tongke, beberapa warga tampak sibuk mencari kerang di antara pohon Mangrove di pantai saat laut surut. Terdapat kerang, udang, kepiting dan beberapa Ikan Kecil yang menjadi incaran nelayan sekitar.
Kepala Seksi Pesisir dan Kelautan, Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, Irwan Syamsuddin mengatakan, pihaknya memang sangat memperhatikan wilayah Hutan Mangrove Tongke-tongke.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengunjungi langsung lokasi tersebut, dan membuat kebijakan penyerahan pengelolaan wilayah Tongke-tongke dari pemerintah pusat ke pemerintah setempat dengan program “Restorasi Hutan Mangrove”

Hal itu, kata Irwan, demi memberikan pengetahuan terkait fungsi Mangrove dan juga memperbaiki apa-apa yang dibutuhkan dalam kawasan tersebut.

“Pusat restorasi dan Pembelajaran Mangrove di Tongke-tongke pada 2014-2015, melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperbaiki jembatan untuk pembelajaran Mangrove,” jelas Irwan.

Irwan mengatakan, sebelumnya warga juga memanfaatkan Mangrove yang menyimpan kepiting, sehingga pernah menjalankan program penggemukkan kepiting.
Dia mengatakan, dengan adanya Hutan Mangrove memang sangat memengaruhi sumber pangan laut. Dinas Perikanan Sinjai mencatat, Areal Lahan Budidaya Air Payau di Tongke-tongke pada 2017, potensi tambak 98,3 Ha, pemanfaatan 89 Ha, Sungai 4.014, 4.

Mongabay – Liputan
Penulis: Rahmi Djafar

spot_img

Headline

spot_img
spot_img