29.8 C
Makassar
Thursday, May 14, 2026
HomeHeadlineM. Taiyeb, Dedikasi 34 Tahun untuk Mangrove

M. Taiyeb, Dedikasi 34 Tahun untuk Mangrove

- Advertisement -
H. M. Taiyeb, Penggas penanaman Mangrove di Desa Tongke-tongke, Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai/ RAHMI DJAFAR

“Dulu di sini (Tongke-tongke) sama sekali ndak ada Mangrove. Di depan sana adalah laut tanpa pembatas. Kondisi lingkungan kami saat tahun itu sangat menyedihkan. Rumah warga selalu rusak karena abrasi dan terkena rob tiap kali terjadi air pasang. Dengan kondisi demikian, ndak membuat kami harus pindah ke gunung. Sebagai nelayan ndak mungkin perahu kami disimpan di pesisir, lalu kami tingggal di gunung demi menghindari abrasi itu,” ujar Taiyeb dengan mata menerawang.

Selain rumah warga yang terkena abrasi, tambak warga seluas 3,7 Hektare, habis diterjang ombak. Dari situlah dia seringkali mencarikan solusi dengan banyak bertanya pada rekan-rekannya. Hingga pada satu waktu, dia mendatangani salah satu lokasi tambak di kampung tetangganya yang terdapat tambak.

“Waktu saya ke Samataring banyak tambak di sana, dan heran lihat ada Mangrove tumbuh di sekitar tambak. Saya tanya, kenapa menanam Mangrove di dekat tambak? Kata nelayan di sana, agar air dari laut tidak merusak tambak. Dari situlah saya meminta bibitnya dan bawa ke sini (Tongke-tongke),” jelas Taiyeb. Senyumnya kembali merekah.

BACA: Pesona Hutan Mangrove dan Ancaman Bagi Atmosfer Bumi

Setelah meminta bibit berupa buah Mangrove, disimpannya buah-buah berwarna hijau memanjang itu di tempat yang tidak terkena sinar matahari selama beberapa hari, agar getahnya bisa berkurang dan akar mulai tumbuh. Dia pun mengajak 17 warga dan berdiskusi untuk turut serta dalam menanam Mangrove dengan mengungkapkan kegelisahannya dan dampak dari penanaman tersebut. Idenya itu disambut baik oleh warga lainnya, maka mulailah mereka menanam buah Mangrove di Pesisir Tongke-tongke.

Dari menanam secara swadaya itu pun bukan hal yang mudah. Perjuangan panjang sebab tidak semua dapat bertumbuh baik, karena terjangan ombak. Namun, Taiyeb dan rekan-rekannya percaya suatu saat dengan kegigihan itu akan membuahkan hasil.

Akhirnya usaha mereka terjawab sekitar 4 tahun kemudian. Hingga menghasilkan 90 hektare di masa awal. Sebuah pencapaian yang jauh dari target dan cukup menggembirakan.

“Sejak awal saya memang yakin, jika di tempat lain Mangrove bisa tumbuh, pasti di sini (Tongke-tongke) juga bisa,” jelasnya dengan mata berbinar.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img