30 C
Makassar
Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaRagamMengapa Racun Kalajengking Jadi Komiditi Termahal Dari Emas? Berikut Alasannya

Mengapa Racun Kalajengking Jadi Komiditi Termahal Dari Emas? Berikut Alasannya

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Baru-baru ini, Presiden RI, Joko Widodo mengungkapkan jika komiditi termahal di dunia bukanlah emas. Bahkan, komiditi satu ini harganya mencapai miliaran rupiah per liternya.

Komiditi tersebut adalah racun Kalajengking, harga perliternya kata Presiden Joko Widodo mencapai Rp 145 Milyar.

Meskipun terbilang sangat mahal, Kalajengking merupakan salah satu hewan yang sangat berbisa untuk mendapatkan racunnya sangatlah sulit, bahkan nyawapun jadi taruhan untuk mendapatkan racun hewan tersebut.

BACA: Jokowi Usul Makassar Masuk Kota Pintar ASEAN

Namun tahukah anda, jika racun yang dimiliki oleh hewan satu ini ternyata dapat menyembuhkan penyakit yang mematikan, yakni kanker?

Meskipun dikenal sangat berbahaya, dilansi dari laman doktersehat.com, racun kalajengking ternyata memiliki rantai protein istimewa bernam chlorotoxin. Situs askabiologist.asu.edu menyebut protein ini mampu menghentikan dan mematikan sel. Kemampuan istimewa inilah yang dikembangkan ilmuwan untuk membunuh sel kanker.

Sementara itu, Dr Jim Olson dari Seattle Children’s Hospital dan Fred Hutchinson Cancer Research Center Seattle, Amerika Serikat, menyebut protein dalam racun kalajengking bisa melumpuhkan sel kanker yang menyerang otak. Kandungan di dalam racun kalajengking disebut-sebut bisa menjadi solusi untuk menembus membran yang ada di sekitar pembuluh darah otak dengan aman.

Yang luar biasa adalah, protein ini tak hanya mengikat dan melumpuhkan sel kanker, melainkan juga membuat sel kanker tersebut bercahaya sehingga memudahkan ahli bedah untuk mengangkatnya dengan tuntas.

Dari sekitar 2.000 jenis kalajengking yang ada di seluruh dunia, hanya 30-an saja yang memiliki racun yang cukup kuat untuk membunuh manusia. Namun, kalajengking yang sangat berbahaya seperti Chinese golden scorpion, blue scorpion, Israeli scorpion, dan deathstalker scorpion justru yang dijadikan obyek penelitian medis. Khusus untuk blue scorpion, kalajengking yang paling ganas ini dianggap sebagai yang paling berpotensi untuk dijadikan obat.

BACA JUGA :  Pernah Mengintip Lawan Jenis? Berarti Kamu Menderita Voyeurisme

Tokoh medis yang menemukan fakta bahwa racun kalajengking bisa dijadikan obat kanker adalah Demetrio Rodriguez Fajardo. Pria asal Meksiko ini bahkan menemukan fakta luar biasa ini saat usianya masih 17 tahun. Kini, di usianya yang baru 21 tahun, Demetrio masih menjadi mahasiswa doctoral di Universidad de Guadalajara dan temuannya bahkan sudah mendapatkan pengakuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk dijadikan obat kanker payudara.

Kini, semakin banyak peneliti yang mengembangkan racun kalajengking untuk dijadikan obat penyakit lainnya seperti gagal jantung dan berbagai jenis kanker mematikan lainnya.

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.139,5
EUR
16.445,6
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.400,6
SGD
10.508,0