MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Musim ini, PSM Makassar bersama Persija Jakarta menjadi wakil Indonesia untuk berlaga di kompetisi internasional, AFC Cup 2019.
Namun, sejauh ini PSM Makassar menjadi satu-satunya tim Indonesia yang masih bertahan di kompetisi tersebut, bahkan sampai ke babak semi final zona ASEAN.
Hal itu disebabkan, langkah Persija Jakarta terhenti pada saat kompetisi baru bercokol di babak penyisihan grup saja.
Sayangnya, perjalanan PSM di kompetisi tersebut tidak semulus yang dibayangkan. Sebab, PSM masih harus menyewa stadion lain sebagai markas home mereka.
Hal ini pula, yang membuat CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan keinginannya untuk bermain di Mattoangin jika musim depan PSM kembali lolos ke AFC Cup.
“Kalau musim depan kita lolos AFC lagi, saya mau kita main di sini saja deh,” ujar pria yang akrab disapa Appi tersebut kepada awak media.
Appi menilai, menyewa stadion lain sebagai markas home terbilang cukup boros. Sebab, mereka tidak punya pemasukan dari penonton dan terus mengeluarkan anggaran besar.
“Coba bayangkan, kita harus main di luar Makassar (Pekansari, Kabupaten Bogor), pengeluaran besar dan tidak ada income,” lanjutnya.
“Mana biaya sewa stadion, biaya pesawat, dan lain-lainnya. Anggap saja kisaran lima ratus juta satu kali. Kalau empat laga berarti sudah dua miliar,” tegasnya.
Appi mengatakan, biaya sewa stadion fan akomodasi, sebenarnya cukup untuk memenuhi persyaratan kelengkapan stadion.
“Uang dua miliar itu kalau dibelikan kursi, dengan harga Rp200 ribu per kursi, itu artinya sudah ada 10 ribu kursi yang terpasang,” jelasnya.
“Ini akan kami ajukan ke pihak pemerintah. Dan sudah seharusnya pemerintah mendukung hal itu,” tutup Appi.



