24 C
Makassar
Senin, Januari 30, 2023
BerandaNasionalNgabalin Sindir Faisal Basri: Katanya Ekonom Terbaik Tapi Tidak Pernah Dipakai

Ngabalin Sindir Faisal Basri: Katanya Ekonom Terbaik Tapi Tidak Pernah Dipakai

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin meragukan pendapat sejumlah orang yang menyebut Faisal Basri sebagai ekonom terbaik.

Menurutnya, jika Faisal adalah ekonom terbaik kenapa tidak dipakai atau diminta pendapat soal kondisi ekonomi Indonesia. Ngabalin justru menyindir, bukan ekonom terbaik atau ahli ekonomi tapi justru ahli nujum.

“Ekonom terbaik indonesia kata beberapa kalangan. Tapi kenapa nggak dipakai atau tak pernah dimintai pendapatnya seputar permasalahan Ekonomi Indonesia?” kata Ngabalin melalui akun media sosialnya, (1/2/2022).

“Mungkin krn itu sekalian jadi AHLI NUJUM, biar paten sekalian ah ngeri kali kau menjadi provokator ambruknya republik kita,” tambahnya lagi.

Sindiran Ngabalin ini sebagai tanggapan atas ramalan Faisal Basri yang memprediksi pemerintahan Jokowi akan ambruk secara moral sebelum 2024.

Faisal Basri menyebutkan kalau mayoritas elite di lingkungan pemerintah sudah tidak bisa lagi menutupi skandal-skandal yang dilakukan selama ini.

“Saya prediksi sih nggak sampai 2024 secara moral pemerintahan ini sudah ambruk karena mayoritas elitnya sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi, melakukan skandal dan skandalnya makin besar,” kata Faisal Basri dalam webinar, Sabtu (29/1/2022) lalu.

Dilansir dari Detikcom, Faisal menganggap kalau para elite dalam pemerintahan akan diperhadapkan pada konflik kepentingan. Saat ini situasinya sudah berada di momen yang kritis. Dia menduga tiap elemen di pemerintah tidak akan langgeng bila merasa tidak mendapatkan ‘kue’ yang sama besar.

BACA JUGA :  Usai Serang LBP, Giliran Mentri Kesehatan Disindir Faisal Basri

“Saya sih melihat sekarang sudah pada situasi critical moment, di mana para oligark ini kan sebetulnya mirip dengan koalisi jahat ya. Nah kalau koalisi jahat itu tidak langgeng, mereka akan saling buka-bukaan karena pembagiannya tidak merata. Teman-teman KPK tahulah ya yang biasanya nggak dapat melapor,” pungkasnya.

(*)

spot_img

Headline

Populer