30 C
Makassar
Kamis, Januari 27, 2022
BerandaEkbisOptimisme Masyarakat Terhadap Perekonomian Daerah Masih Rendah

Optimisme Masyarakat Terhadap Perekonomian Daerah Masih Rendah

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM -Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Agustus 2020 lalu, optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian daerah di tengah situasi pandemi Covid-19 kembali tertahan.

Hal tersebut terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang hanya menyentuh angka 62,8. Angka ini lebih rendah dibandingkan IKK bulan Juli 2020 lalu yang mencapai angka 73,4.

Hal inilah yang menjadi tolok ukur menurunnya angka IKK, sebab indeks tersebut masih berada di bawah batas indeks optimis (100).

Menurut keterangan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso, secara detail, komponen IKK yang mengalami penurunan adalah indeks ketersediaan lapangan kerja.

Indeks ketersediaan lapangan kerja ini hanya menyentuh angka 14,0 pada bulan Agustus 2020 lalu, yang juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (Juli) yang justru dua kali lipat lebih besar, yaitu berada di angka 29,5.

“Dapat kita lihat komponen IKK yang mengalami penurunan adalah indeks ketersediaan lapangan kerja, dengan angka indeks sebesar 14,0,” buka Bambang.

“Kemudian Kondisi penghasilan masyarakat saat ini dibandingkan enam bulan lalu turut mengalami penurunan, ditunjukkan oleh indeks penghasilan sebesar 37,0 pada Agustus 2020, lebih rendah dibandingkan 51,0 pada Juli 2020.” lanjutnya.

Diketahui, indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama masyarakat di bulan Agustus juga turut mengalami penurunan. Di bulan Agustus, jumlah konsumsi barang tahan lama masyarakat hanya berada di angka 57,0, lebih rendah dibanding bulan Juli yang menyentuh angka 65,0.

Sementara untuk ekspektasi masyarakat sendiri terhadap prospek ekonomi enam bulan kedepan, juga belum menunjukkan optimisme. Hal ini bisa dilihat dari indeks ekspektasi kegiatan usaha yang menurun ke level 96,5 pada bulan Agustus 2020, dari 103,0 pada Juli 2020.

BACA JUGA :  Kalla Group Catat Pertumbuhan Positif di Januari-Februari 2021

Alhasil, tingkat konsumsi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 turut turut melemah, sebagai dampak pada penurunan kegiatan usaha.

Untuk indeks ekspektasi penghasilan masyarakat enam bulan kedepan juga mengalami penurunan. Pada nulan Juli, ekspektasi masyarakat berada di angka 102,5. Di bulan Agustus, turun menjadi 100,5 saja.

Selain itu, masyarakat juga belum terlalu optimis terhadap perbaikan ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan kedepan. Indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 71,5 atau lebih rendah dibandingkan indeks pada Juli 2020 sebesar 89,5 dan masih di bawah batas indeks optimis (100).

BACA JUGA
PenulisWidyawan
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6