26 C
Makassar
Sunday, July 14, 2024
HomeDaerahPAM Tirta Distribusikan Air untuk Warga Kampung Mandar

PAM Tirta Distribusikan Air untuk Warga Kampung Mandar

- Advertisement -

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Tim Perumda Air Minum (PAM) Tirta Karajae Kota Parepare bergerak cepat menanggapi aduan warga terkait tidak mengalirnya air bersih selama enam hari di Kampung Mandar, Kecamatan Bacukiki Barat.

Merespons keluhan warga, tim PAM Tirta Karajae segera mendistribusikan air sementara menggunakan mobil tangki, sekaligus menelusuri penyebab gangguan tersebut.

Setelah melakukan investigasi, ditemukan adanya botol plastik bekas yang menyumbat pipa aliran air bersih di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, sudah ditemukan penyebabnya,” ujar Manajer Teknik dan Operasi PAM Tirta Karajae, La Odi.

Dia menjelaskan, botol plastik tersebut ditemukan menyumbat pipa di Jalan Cendana, Kampung Mandar. Saat ini, tim tengah melakukan penggantian pipa yang tersumbat.

“Kami melakukan penggalian di beberapa titik dan menemukan sumbatan di saluran air bersih di Jalan Cendana. Botol plastik yang menyumbat pipa itu,” jelas La Odi. “Insya Allah, siang nanti air sudah mengalir kembali di Kampung Mandar,” jelasnya.

Meskipun penyebab utama telah ditemukan, La Odi menegaskan bahwa pemantauan di beberapa titik perpipaan di Parepare akan terus dilakukan.

“Kami akan tetap memantau beberapa pipa air bersih di Parepare untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan pelanggan,” tegasnya.

Direktur PAM Tirta Karajae, Andi Firdaus Djollong, yang dihubungi terpisah, menjelaskan bahwa setelah menerima aduan warga, tim langsung turun ke lapangan untuk mencari penyebab tidak mengalirnya air di Kampung Mandar. Awalnya, Andi Firdaus menduga adanya kebocoran pipa yang tidak terlihat sehingga tekanan air berkurang.

“Tim sudah bekerja di lapangan selama seminggu, namun penyebab pastinya baru ditemukan,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kampung Mandar, PAM telah mengerahkan dua mobil tangki berukuran 5 ribu liter.

Selain itu, kata dia, dilakukan juga bypass atau penyambungan pipa saluran yang tidak dialiri air bersih di wilayah tersebut. “Kami alihkan aliran air ke pipa yang bisa dialiri air bersih sambil menunggu perbaikan. Dua mobil tangki air bersih berkapasitas 5 ribu liter telah kami kerahkan untuk menyuplai air ke warga,” terangnya.

Andi Firdaus menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kampung Mandar atas gangguan ini.

“Kami terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan,” tandasnya.

- Advertisement -

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Tim Perumda Air Minum (PAM) Tirta Karajae Kota Parepare bergerak cepat menanggapi aduan warga terkait tidak mengalirnya air bersih selama enam hari di Kampung Mandar, Kecamatan Bacukiki Barat.

Merespons keluhan warga, tim PAM Tirta Karajae segera mendistribusikan air sementara menggunakan mobil tangki, sekaligus menelusuri penyebab gangguan tersebut.

Setelah melakukan investigasi, ditemukan adanya botol plastik bekas yang menyumbat pipa aliran air bersih di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, sudah ditemukan penyebabnya,” ujar Manajer Teknik dan Operasi PAM Tirta Karajae, La Odi.

Dia menjelaskan, botol plastik tersebut ditemukan menyumbat pipa di Jalan Cendana, Kampung Mandar. Saat ini, tim tengah melakukan penggantian pipa yang tersumbat.

“Kami melakukan penggalian di beberapa titik dan menemukan sumbatan di saluran air bersih di Jalan Cendana. Botol plastik yang menyumbat pipa itu,” jelas La Odi. “Insya Allah, siang nanti air sudah mengalir kembali di Kampung Mandar,” jelasnya.

Meskipun penyebab utama telah ditemukan, La Odi menegaskan bahwa pemantauan di beberapa titik perpipaan di Parepare akan terus dilakukan.

“Kami akan tetap memantau beberapa pipa air bersih di Parepare untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan pelanggan,” tegasnya.

Direktur PAM Tirta Karajae, Andi Firdaus Djollong, yang dihubungi terpisah, menjelaskan bahwa setelah menerima aduan warga, tim langsung turun ke lapangan untuk mencari penyebab tidak mengalirnya air di Kampung Mandar. Awalnya, Andi Firdaus menduga adanya kebocoran pipa yang tidak terlihat sehingga tekanan air berkurang.

“Tim sudah bekerja di lapangan selama seminggu, namun penyebab pastinya baru ditemukan,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kampung Mandar, PAM telah mengerahkan dua mobil tangki berukuran 5 ribu liter.

Selain itu, kata dia, dilakukan juga bypass atau penyambungan pipa saluran yang tidak dialiri air bersih di wilayah tersebut. “Kami alihkan aliran air ke pipa yang bisa dialiri air bersih sambil menunggu perbaikan. Dua mobil tangki air bersih berkapasitas 5 ribu liter telah kami kerahkan untuk menyuplai air ke warga,” terangnya.

Andi Firdaus menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kampung Mandar atas gangguan ini.

“Kami terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan,” tandasnya.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img