MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Makassar (UNM), Syamsul Alam menyoroti pemangkasan program dalam Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) perubahan pemerintah provinsi (pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2018-2023.
Syamsu Alam berharap pengurangan program tersebut tidak menghilangkan program prioritas yang sesuai dengan visi misi pemerintah sebelumnya.
“Itu kita harus lihat lagi, program apa yang dihilangkan. Jangan sampai program ini yang dihilangkan. Seperti destinasi wisata jangan sampai itu dihilangkan,” kata Syamsu Alam yang kerap disapa Syamsu, Sabtu (28/11/2020).
“Tapi kalau memang mau diturunkan programnya, program priotas tadi tetap ada. Kalau saya khususnya yang tadi, hilirisasi komoditas dan destinasi wisata. Karena itu kira- kira yang bisa menyerap banyak tenaga masyarakat dan dampaknya langsung dirahasiakan masyarakat,” lanjutnya.
Syamsu tegaskan bahwa hingga saat ini, ia belum pernah melihat bahwa dari sisi kebijakan pemprov selama ini, belum ada komoditas yang ingin dihilirisasi.
“Komoditas apa yang kita punya. Apakah coklat, dicek dulu komoditas unggul itu apa, baru dihilirisasi,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), berharap agar dengan semakin rampingnya program yang ada dalam RPJMD secara otomatis akan berdampak pada berkurangnya kegiaatan yang akan tertuang dalam Renstra Organisasi Pangkat Daerah (OPD), sehingga dengan program yang semakin simpel ini kita dapat lebih fokus pada upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
“Kita punya potensi cukup banyak, lahannya luas. Sumber Daya Alam (SDA) dan mengelolanya juga cukup.Bagaimana teknologi ini hadir kita manfaatkan sehingga betul-betul produksi meningkat dan ketahanan pangan bisa mandiri,” jelasnya.



