25 C
Makassar
Rabu, Juli 6, 2022
BerandaDaerahPemkab Gowa Akan Revisi APBD 2020 untuk Penanganan Covid-19

Pemkab Gowa Akan Revisi APBD 2020 untuk Penanganan Covid-19

- Advertisement -

SUNGGUMINASA, SULSELEKSPRES.COM  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan mengambil langkah sigap dalam menangani penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayahnya.

Pasalnya daerah berjuluk Butta Bersejarah ini  menjadi wilayah penyebaran virus terbanyak setelah Kota Makassar di Sulawesi Selatan.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, pemerintah akan merevisi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 untuk penanganan penyebaran virus Covid-19. Kebijakan yang diambil pun dengan merevisi biaya rapat dan perjalanan dinas.

Apalagi kata Adnan, langkah yang akan  dilakukan telah sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri.

“Kami memastikan satu hingga dua bulan ke depan tidak akan melakukan perjalanan dinas, termasuk saya. Sehingga biaya dari perencanaan perjalanan dinas itu akan dialihkan untuk penanganan wabah ini,” katanya saat melakukan telekonferensi, Senin (30/3/2020).

Begitu pun dengan rapat dan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, kedepan akan ditunda hingga kondisi kembali membaik. Misalnya dari pertemuan musrenbang, dimana dalam kegiatan ini akan ada dana operasional seperti uang makan minum, rapat, uang sewa gedung, dan lain-lain. Sehingga dianggap tidak perlu dilaksanakan.

“Pertemuan musrenbang akan dilakukan  melalui telekonferensi sehingga tidak ada biaya sewa gedung, tidak ada uang makan dan rapat. Anggaran inilah yang akan kita alihkan,” jelas Bupati Adnan.

Perlunya ada anggaran khusus dalam menangani penyebaran virus Covid-19 ini karena nantinya ada beberapa alat dan kebutuhan yang membutuhkan biaya besar. Antara lain, pembelian Alat Pelindung Diri (APD) bagi paramedis dan pemberian sembako bagi warga yang diisolasi dirumahnya bersama keluarga karena masuk dalam kategori Orang dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien dalam Pemeriksaan (PDP).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Gowa Abdul Karim Dania mengatakan, selain akan merevisi anggaran, pemerintah juga menyiapkan dana tak terduga sebanyak Rp500 juta. Dana tersebut adalah dana yang disiapkan setiap tahunnya dalam APBD untuk penanganan bencana.

Penggunaan dana tak terduga ini pula tidak perlu menunggu revisi anggaran terlebih dahulu. Sehingga bisa digunakan secepatnya.

“Kebijakan ini kita ambil dengan melihat kondisi penyebaran virus Covid-19 di wilayah kita yang setiap harinya semakin banyak warga terjangkit. Apalagi pemerintah pusat telah menetapkan pandemi Covid-19 ini sebagai bencana nasional non alam, termasuk pemerintah kita baru-baru ini telah menetapkan status siaga Covid-19,” terang Karim.

Lanjutnya, khusus rencana revisi anggaran, pihaknya belum bisa memastikan jumlah anggaran dari perjalanan dinas, rapat-rapat dan pertemuan yang akan dialihkan untuk penanganan Covid-19 ini.

“Kita baru akan melakukan rasionalisasi yang ada di dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) untuk diarahkan ke penanganan virus corona ini sesuai dengan arahan bapak bupati dan juga sesuai Permendagri dan surat edaran Mendagri,” tutupnya.

spot_img
spot_img

Headline