28 C
Makassar
Senin, Desember 5, 2022
BerandaDaerahPemkab Gowa - Divif 3 Kostrad  Kolaborasi Turunkan Angka Stunting

Pemkab Gowa – Divif 3 Kostrad  Kolaborasi Turunkan Angka Stunting

PenulisM. Syawal
- Advertisement -

GOWA, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bersama dengan Divisi Infanteri (Divif) 3 Kostrad melakukan Pencanangan Kolaborasi Cegah Stunting di Gor Kikav 14/JJ Divif 3 Kostrad di Kecamatan Bontomarannu, Rabu, (5/10/2022).

Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai upaya bersama dalam penanganan stunting di Kabupaten Gowa. Menurutnya penanganan stunting ini menjadi tanggungjawab bersama sehingga dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak, tidak terkecuali Divif 3 Kostrad.

“Kita tidak punya banyak waktu untuk melakukan penurunan stunting. Untuk itu, kolaborasi, kenvergensi dan semua keterpaduan program dan kegiatan diperlukan untuk melakukan pecepatan penurunan stunting, termasuk TNI dan Kepolisian di dalamnya,” kata Abd Rauf.

Kr Kio sapaan Wakil Bupati Gowa menjelaskan bahwa kondisi stunting bukan hanya disebabkan oleh masalah kesehatan semata, tetapi kondisi yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor ekonomi, pengetahuan orang tua, ketersediaan pangan atau bahkan faktor politisi.

Olehnya itu, dalam upaya pencegahan stunting  perlu dimulai dari hulu, yaitu memperhatikan kesiapan dari calon pengantin, kesehatan ibu hamil, paska salin, dan tumbuh kembang balita. Tentu dengan memperhatikan sasaran yang tepat ,diharapkan tidak akan ada lagi penambahan kasus stunting baru.

“Bila kita dapat melakukan penurunan stunting secara cepat dan tepat, maka akan banyak masalah lain yang ikut terselesaikan, seperti masing tingginya angka kematian ibu bersalin dan bayi baru lahir, banyaknya pernikahan usia anak dan masalah lain yang menyangkut pangan dan lingkungan,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan pada kesempatan ini bentuk kolaborasi yang dilakukan yaitu pemberian paket makanan bagi ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun. Abd Rauf berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan dan semua pihak bekerja dengan bersungguh-sungguh untuk mecapai target 14 persen angka stunting di tahun 2024.

“Dengan semua upaya ini, saya berharap di Kabupaten Gowa dapat bersiap menyambut Indonesia Emas 2045 yang merupakan 100 tahun Indonesia merdeka dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul,” tandasnya.

Pangdivif 3 Kostrad, Mayjen TNI Dwi Darmadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pencangan Kolaborasi Cegah Stunting ini. Menurutnya persoalan stunting di Kabupaten Gowa membutuhkan perhatian dari semua pihak. Apalagi masa Pandemi Covid-19 banyak masyarakat ragu ke fasilitas kesehatan untuk memeriksa dan memantau status gizi anak.

Lanjutnya, secara teknis, Perpres Nomor 72 Tahun 2021 dituangkan dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI). Terdapat tiga pendekatan dalam pelaksanaan RAN PASTI, Pertama, dengan pendekatan keluarga berisiko stunting yang dilakukan dengan intervensi hulu, yaitu pencegahan lahirnya bayi stunting dan penanganan balita stunting.

Kedua, melalui pendekatan multi sektor dan multipihak melalui pentahelix, yaitu menyediakan platform kerja sama antara pemerintah dan unsur pemangku kepentingan seperti dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, dan media.

Ketiga, pendekatan intervensi gizi terpadu dengan melakukan intervensi spesifik dan sensitif, yang berfokus pada kesehatan dan kecukupan gizi 3 bulan calon pengantin, ibu hamil, ibu masa interval, baduta dan balita, didukung dengan penyediaan sanitasi, akses air bersih serta bantuan sosial.

“Kita berharap semua pihak yang hadir bisa menguatkan komitmen dalam menanggulangi masalah stanting di Kabupaten Gowa secara bersama-sama dan merealisasikan program yang telah direncanakan kedepan,” ungkapnya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa faktor penting yang juga wajib diperhatikan agar upaya penurunan stunting dapat tepat sasaran, adalah kualitas data. Dirinya berharap perbaikan data stunting yang akan menjadi rujukan untuk perencanaan monitoring dan evaluasi intervensi stunting, hendaknya dilakukan dengan memperhatikan validitas dan akurasi data.

Tentu kata Mayjen TNI, Dwi Darmadi pengumpulan data yang baik dimulai ketika alat ukurnya sesuai standar yang ditetapkan, petugas memiliki kapasitas yang sama dan terlatih, prosedur pendataan dipenuhi.

“Masa depan kita tergantung dari aksi dan langkah kolaboratif yang kita lakukan sekarang dalam menyongsong masa depan. Kita harus optimis dan tidak boleh lengah anak anak bangasa adalah bagian masa kini dan masa depan. Saya  mendukung penuh kebijakan Pemerintah Daerah guna menekan angka stunting di Kabupaten Gowa,” tandasnya.

spot_img

Headline

Populer