MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Perempuan yang ditemukan tewas di kamar 209 Wisma Benhil, jalan Toddopuli Raya Makassar, diduga tewas akibat meregang luka tusukan di tubuhnya.
“Untuk sementara yang kita temukan itu ada 27 luka bekas tusuk benda tajam,” kata Kasi Humas Polsek Panakkukang, Bripka Ahmad Halim, di lokasi kejadian, Kamis (11/4/2019).
Kata Halim, di kamar penemuan mayat, tak satupun ditemukan alat yang disinyalir digunakan pelaku saat menghabisi nyawa korban.
Selain itu, barang berharga milik korban juga raib diduga dibawa kabur oleh pelaku; “semua bersih.”
Halim menuturkan, pada saat melakukan olah TKP, kepolisian tidak menemukan bukti penunjuk yang mengarah ke identitas korban, hanya alat kontrasepsi pria bekas yang ditemukan di kamar.
“Cuman kami belum dapat pastikan, apakah itu digunakan pelaku atau tidak,” Halim menandaskan.
Baca: Sosok Perempuan Diduga Korban Pembunuhan Ditemukan Berlumuran Darah di Kamar Wisma Benhil
Hingga berita ini diturunkan, identitas perempuan yang diduga korban pembunuhan di kamar 209 Wisma Benhil jalan Toddopuli Raya Timur, Makassar belum terungkap.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima, korban merupakan pengunjung transit, yang masuk hari ini, Kamis (11/4/2019).
Berdasarkan buku daftar pengunjung berkode transit milik resepsionis Wisma Benhil, Sulselekspres.com menemukan 6 daftar nama yang check in dengan tanggal 11 April 2019.
Dengan mencocokkan data kamar, korban diketahui merupakan pengunjung pertama dengan keterangan check in pukul 13.00 Wita dan terjadwal check out pada pukul 17.00 Wita. Di buku daftar, korban menggunakan nama ‘Dita’.
Soal benarkah sang korban bernama Dita, belum dapat dipastikan.
Sebelumnya, penemuan ini awalnya diketahui oleh salah seorang pekerja Wisma Benhil, saat hendak membersihkan kamar 209 di lantai 2, lokasi penemuan mayat.
“Saya buka pintu sekitar pukul 15.45 Wita, dan lihat dia [korban] sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” kata Saksi mata, Irfan (21) saat ditemui di lokasi penemuan mayat.
Irfan menuturkan, saat pertama ia melihat sosok tersebut. Sudah dalam kondisi tak bernyawa, dengan bantal dan sebuah kursi kayu yang tergelatak di atas jazad.
Saat pertama dia lihat, jazad korban dalam posisi tengkurap. Namun, awalnya Irfan menduga kamar itu sudah kosong, sebab kunci kamar telah dikembalikan ke resepsionis.
“Saat buka pintu saya lihat sepatu, terus saya masuk dan lihat korban terbaring di atas kasur dan tertutup seprei yang dipenuhi bercak darah,” jelasnya.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara, tim dari Biddokkes Polda Sulsel juga turun langsung untuk mencari tahu penyebab kematian dari perempuan tersebut.
Penulis: Agus Mawan



