32 C
Makassar
Tuesday, July 16, 2024
HomeDaerahPj Bupati Bone Sebut Tarian Simbol Kekayaan Budaya Bone Patut Dijaga dan...

Pj Bupati Bone Sebut Tarian Simbol Kekayaan Budaya Bone Patut Dijaga dan Dilestarikan

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Pj. Bupati Bone, H. Andi Islamuddin, menghadiri pembukaan secara resmi kegiatan keterkaitan pelajar pada persiapan Rekor Muri dalam rangka kegiatan Sulsel Menari Tahun 2024.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Kab/Kota yang digelar di Lapangan Merdeka, Kota Watampone,
Rabu, (12/06/2024).

Sebanyak 1.022 siswa SMA/SMK se-Kabupaten Bone ikut ambil bagian mencatatkan rekor baru di Museum Rekor Indonesia (MURI). Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Sulsel Menari South Sulawesi In Harmony yang diadakan serentak di seluruh Sulawesi Selatan.

Para siswa menampilkan Tari Padduppa, sebuah tarian tradisional yang dulunya digunakan untuk menyambut tamu-tamu kerajaan. Tari Padduppa ini memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi, menjadikannya simbol penyambutan yang hangat dan penuh kehormatan.

Pj Bupati Bone, Andi Islamuddin, menyampaikan rasa kebanggaannya yang mendalam atas terlaksananya kegiatan yang melibatkan 1022 siswa di Kabupaten Bone.

Mantan Kepala BKPSDM Bone ini juga mengatakan bahwa momentum ini sangat langka dan bersejarah, mengingat dari puluhan ribu siswa yang ada di Kabupaten Bone, hanya 1022 siswa yang terpilih untuk berpartisipasi dalam event tersebut.

“Anak-anakku yang akan mengangkat harkat dan martabat Kabupaten Bone. Apalagi, tarian yang ditampilkan menjadi ciri khas dalam penjemputan tamu-tamu. Itu menjadi tanda bahwa Bone kaya akan budaya,” katanya dengan penuh kebanggaan.

Tarian yang ditampilkan oleh para siswa ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya Bone yang patut dijaga dan dilestarikan. Andi Islamuddin berharap agar Kabupaten Bone dapat dikenal sebagai pusat budaya, tempat di mana tradisi dan kesenian terus hidup dan berkembang.

“Kita jadikan daerah Bone sebagai daerah pusat budaya dengan keterlibatan siswa dalam event ini bahwa generasi muda Bone memiliki potensi besar untuk mempromosikan dan melestarikan warisan budaya daerah,” harap mantan Kepala Inspektorat Daerah ini.

Lebih lanjut, kata Andi Islamuddin kegiatan ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Bone. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras Cabang Dinas (Cabdis) Wilayah III Bone dan kepala sekolah yang telah berkontribusi besar dalam menyukseskan acara ini.

“Ini akan tercatat dalam sejarah dan tidak lekang oleh waktu. Atas nama Pemda Bone, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras Cabdis Wilayah III Bone dan kepala sekolah yang telah mensukseskan acara ini,” ucapnya.

“Dengan semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para siswa, guru, dan seluruh pihak yang terlibat, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak sejarah yang menginspirasi generasi mendatang untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Bone,” harap Pj.Bupati Bone.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Wilayah III Bone, Andi Syamsu Alam, mengatakan kebanggaannya atas keberhasilan acara tersebut.

“Pementasan Tari Padduppa oleh siswa-siswi se-Kabupaten Bone ini bukan hanya untuk memecahkan rekor MURI, tetapi juga sebagai wujud pelestarian budaya tradisional dalam lingkungan sekolah,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Syamsu Alam menambahkan kalau kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan.

“Ketiga dinas ini bekerja sama untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan acara, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada generasi muda,” lanjutnya.

“Melalui momen Sulsel Menari, pemerintah berharap bahwa tari tradisional seperti Tari Padduppa dapat terus dilestarikan dan dihargai oleh masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Dengan demikian, warisan budaya daerah dapat tetap hidup dan dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” sambungnya lagi.

Sekedar diketahui, kegiatan yang digelar ini penuh semangat ini tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan dan kecintaan siswa terhadap budaya lokal. Partisipasi aktif para siswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan, menciptakan harmoni yang indah di Sulawesi Selatan. (*)

Laporan: Yusnadi

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Pj. Bupati Bone, H. Andi Islamuddin, menghadiri pembukaan secara resmi kegiatan keterkaitan pelajar pada persiapan Rekor Muri dalam rangka kegiatan Sulsel Menari Tahun 2024.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Kab/Kota yang digelar di Lapangan Merdeka, Kota Watampone,
Rabu, (12/06/2024).

Sebanyak 1.022 siswa SMA/SMK se-Kabupaten Bone ikut ambil bagian mencatatkan rekor baru di Museum Rekor Indonesia (MURI). Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Sulsel Menari South Sulawesi In Harmony yang diadakan serentak di seluruh Sulawesi Selatan.

Para siswa menampilkan Tari Padduppa, sebuah tarian tradisional yang dulunya digunakan untuk menyambut tamu-tamu kerajaan. Tari Padduppa ini memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi, menjadikannya simbol penyambutan yang hangat dan penuh kehormatan.

Pj Bupati Bone, Andi Islamuddin, menyampaikan rasa kebanggaannya yang mendalam atas terlaksananya kegiatan yang melibatkan 1022 siswa di Kabupaten Bone.

Mantan Kepala BKPSDM Bone ini juga mengatakan bahwa momentum ini sangat langka dan bersejarah, mengingat dari puluhan ribu siswa yang ada di Kabupaten Bone, hanya 1022 siswa yang terpilih untuk berpartisipasi dalam event tersebut.

“Anak-anakku yang akan mengangkat harkat dan martabat Kabupaten Bone. Apalagi, tarian yang ditampilkan menjadi ciri khas dalam penjemputan tamu-tamu. Itu menjadi tanda bahwa Bone kaya akan budaya,” katanya dengan penuh kebanggaan.

Tarian yang ditampilkan oleh para siswa ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya Bone yang patut dijaga dan dilestarikan. Andi Islamuddin berharap agar Kabupaten Bone dapat dikenal sebagai pusat budaya, tempat di mana tradisi dan kesenian terus hidup dan berkembang.

“Kita jadikan daerah Bone sebagai daerah pusat budaya dengan keterlibatan siswa dalam event ini bahwa generasi muda Bone memiliki potensi besar untuk mempromosikan dan melestarikan warisan budaya daerah,” harap mantan Kepala Inspektorat Daerah ini.

Lebih lanjut, kata Andi Islamuddin kegiatan ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Bone. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras Cabang Dinas (Cabdis) Wilayah III Bone dan kepala sekolah yang telah berkontribusi besar dalam menyukseskan acara ini.

“Ini akan tercatat dalam sejarah dan tidak lekang oleh waktu. Atas nama Pemda Bone, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras Cabdis Wilayah III Bone dan kepala sekolah yang telah mensukseskan acara ini,” ucapnya.

“Dengan semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para siswa, guru, dan seluruh pihak yang terlibat, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak sejarah yang menginspirasi generasi mendatang untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Bone,” harap Pj.Bupati Bone.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Wilayah III Bone, Andi Syamsu Alam, mengatakan kebanggaannya atas keberhasilan acara tersebut.

“Pementasan Tari Padduppa oleh siswa-siswi se-Kabupaten Bone ini bukan hanya untuk memecahkan rekor MURI, tetapi juga sebagai wujud pelestarian budaya tradisional dalam lingkungan sekolah,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Syamsu Alam menambahkan kalau kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan.

“Ketiga dinas ini bekerja sama untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan acara, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada generasi muda,” lanjutnya.

“Melalui momen Sulsel Menari, pemerintah berharap bahwa tari tradisional seperti Tari Padduppa dapat terus dilestarikan dan dihargai oleh masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Dengan demikian, warisan budaya daerah dapat tetap hidup dan dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” sambungnya lagi.

Sekedar diketahui, kegiatan yang digelar ini penuh semangat ini tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan dan kecintaan siswa terhadap budaya lokal. Partisipasi aktif para siswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan, menciptakan harmoni yang indah di Sulawesi Selatan. (*)

Laporan: Yusnadi

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img