Polisi Kantongi Identitas Debt Collektor Pelaku Penganiaya Dan Pemerkosaan

illustras,.(Andika/Sulselekspres.com)

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Demi mempertahankan kesuciannya, AR (16) harus rela ditikam hingga beberapa kali, dan kini AR harus berjuang di Ruang ICU Rumah Sakit Pelamonia.

Kapolsek Makassar, Kompol Usman membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini, kasus tersebut masih terus dilakukan pengembangan dan memburu pelaku.

“Laporan sudah masuk dan kita masih kumpulkan bukti bukti untuk dilakukan penyelidikan,”kata Usman saat ditemui di Mapolsek Makassar, Kamis (23/11/2017).

Kapolsek Makassar saat ini telah mengantongi identitas dari pelaku yang diduga merupakan Debt Collektor dan ditengarai telah kabur keluar Kabupaten.

“Pelaku tersebut merupakan Debt colector dri WOM Finance dan vendor SWAPRO. Kita sekarang lakukan pengembangan,”ujarnya.

Menurut Ayu juga ibu korban mengatakan, bahwa percobaan penganiayaan dan pemerkosaan tersebut dilakukan oleh dua orang terduga dari debt colector yang datang kerumahnya untuk menagih tunggakan motor.

BACA: Mengaku Debt Collector, 2 Orang Diduga Coba Perkosa dan Aniaya Seorang Siswi

“Dua orang pelaku datang dan mengaku sebagai Debt Colector untuk menagih tunggakan motor anak saya, tapi anak saya tidak ada dirumah jadi mereka pulang,” ujar ibu korban di Rumah Sakit Pelamonia, Kamis (23/11/2017).

Saat oknum debt colector tidak dapat menemuinya, kata Ibu Korban, tak berselang lama, kedua pelaku yang mengaku sebagai Debt Colector kembali lagi kerumah tersebut.

“Namun, saat itu mereka ketemu sama AR (korban) yang saat itu baru sudah mandi dan masih memakai handuk,”ungkapnya.

Karena AR hanya mengenakan handuk, lanjut Ibu Korban, para pelaku terpancing dan mengikuti korban saat hendak ke kamarnya di lantai 2. Tiba-tiba kedua pelaku langsung memaksa korban untuk meladeni hasratnya.

“Anak saya masih memakai handuk saat ditemui pelaku, waktu naik ke lantai dua pelaku ikut sehingga dilantai dua mereka langsung minta untuk meladeninya akan tetapi anak saya menolak,” tambahnya

BACA JUGA :  Tolak Dipalak, Mahasiswa Hukum UMI Ini Dihantam Seniornya

Karena penolakan yang dilakukan oleh korban, beber Ibu Korban, sehingga kedua pelaku langsung melakukan penganiayaan dengan mencoba menikam leher korban hingga berulang kali. Setelah korban bersimbah darah kedua pelaku langsung meninggalkan lokasi.

“Lehernya ditusuk dengan pisau dapur sebanyak 7 kali dan mulut nya juga, tapi beruntung anak saya masih bisa berteriak sehingga cepat dilarikan ke Rumah Sakit,” tambahnya lagi

Hingga saat ini, AR menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelamonia Makassar dan korban masih dalam kondisi kritis karena mengalami luka tusuk hingga 10 CM dan mengenai pembuluh darah.