24 C
Makassar
Thursday, April 30, 2026
HomeEdukasiPonpes Istana Tahfidzul Qur'An Buka Kursus Bahasa Arab dan Inggris, Ala-ala Gontor

Ponpes Istana Tahfidzul Qur’An Buka Kursus Bahasa Arab dan Inggris, Ala-ala Gontor

- Advertisement -

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Bahasa Arab dan Bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Kedua bahasa tersebut kini tidak asing lagi bagi seorang santri. Atas dasar tersebut, pembina Pondok Pesantren (Ponpes) Istana Tahfidzul Qur’an 01 PCNU Parepare berinisiatif membuka kursus Bahasa Arab dan Inggris.

Ketua LazisNU Parepare, HM. Shodiq Asli Umar mengatakan, kehadiran kursus tersebut diharapkan kepada santri, disamping menghafal Al-Qur’an, juga memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik.

BACA: Sodeng Auto Club Sidrap Salurkan Bantuan Donasi ke Ponpes Al-Anshar

“Dengan kemampuan penguasaan dua bahasa, seorang santri yang juga hafidz, Insya Allah memiliki masa depan yang gemilang. Selain itu, terbuka peluang kepada mereka untuk masuk Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta, untuk memperoleh beasiswa kepada mahasiswa hafidz maupun hafidzah, untuk melanjutkan pendidikan secara gratis mulai semester pertama sampai semester akhir,” paparnya, Senin (29/07/2019).

Shodiq yang juga Lurah Mallusetasi tersebut menjelaskan, melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi dengan kemampuan dua bahasa, sangat menunjang. Apalagi, katanya, rujukan buku-buku yang akan digunakan di Perguruan Tinggi umumnya menggunakan dua bahasa tersebut.

BACA: Hebat! Hanya 3 Bulan, Santri Ponpes Parepare Hapal 30 Juz

“Peluang ini dimaksimalkan oleh Pembina Pondok Pesantren Istana Tahfidzul Qur’an, yang sengaja menyiapkan untuk para santri agar para ketika melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi, tidak memiliki kendala bahasa,” ungkapnya.

Shodiq menerangkan, elas yang dibuka di Ponpes Istana Tahfidzul Qur’an masih kelas percakapan (conversation), dan diutamakan agar mereka memiliki keberanin untuk mempraktikkan bahasa, baik arab maupun inggris. Terlebih, lanjutnya, banyak orang menguasai ‘grammar’ atau ‘nahwu shorf’ tetapi tidak mampu berkomunikasi dalam dua bahasa tersebut.

“Belajar bahasa itu butuh kemampuan dan keberanian mengungkapkan apa yang diinginkan. Selama tidak diungkapkan, segudang ilmu bahasa yang dimiliki pasti, tidak bisa kita aplikasikan dalam berkomunikasi,” katanya.

Lanjut Shodiq, salah satu contoh pendidikan yang menerapkan hal itu yakni, Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, yang mewajibkan santri setelah enam bulan setelah mondok, wajib berbahasa arab dan Inggris, dan jika tidak, maka akan dikenakan sanksi.

“Saya sendiri alumni di Gontor merasakan kewajiban itu. Bahkan, saya sempat terbata-bata berbahasa Bugis karena tidak pernah lagi berkomunikasi dengan bahasa Bugis, meskipun santri diajak berkomunikasi dari daerah yang sama.

Shodiq menambahkan, hal-hal itu yang menjadi rencana pembina Pondok Pesantren Istana Tahfidzul Qur’an, untuk mengadopsi apa yang telah diterapkan di Gontor.

“Terlebih, ada beberapa Dosen IAIN Parepare yang merupakan alumni Gontor, bahkan hingga anak-anak mereka jadi santri Gontor,” tutup mantan Ketua DPD BKPRMI Parepare dua periode tersebut.

Sekadar diketahui, untuk registrasi peserta dan informasi lainnya terkait kursus Bahasa Arab Inggris di Ponpes Istana Tahfidzul Qur’an 01 PCNU Parepare, dapat menghubungi kontak berikut.

Zulkifli 082347199551
Tasman 085299444688

spot_img

Headline

spot_img
spot_img