24 C
Makassar
Saturday, February 7, 2026
HomePolitikPPP Sulsel Targetkan Suara Suharso Monoarfa di Atas 90%

PPP Sulsel Targetkan Suara Suharso Monoarfa di Atas 90%

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Aras, menegaskan arah dukungan PPP Sulsel di Muktamar ke-IX ini.

Menurutnya, kader PPP Sulsel satu suara untuk memberikan dukungan kepada pelaksana tugas (Plt) ketua umum PPP saat ini, Suharso Monoarfa.

Hal itu ditegaskan oleh Aras kepada awak media saat ditemui di Hotel Claro Makassar, jelang pelaksanaan Muktamar ke-IX PPP, Jumat (18/12/2020) sore.

“Kalau Sulawesi Selatan, hasil rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) kemarin, bulat memberikan suport dan dukungan kepada Suharso Monoarfa untuk dipilih dari 61 suara di Sulsel,” ujarnya.

Lebih lanjut anggota Komisi V (Bidang Infrastruktur, Tranportasi, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, MKG, Pencarian dan Pertolongan) tersebut menegaskan, pemilihan ketua umum PPP nantinya bisa diakhiri dengan aklamasi.

“Biasanya banyak suara akan muncul berbeda-beda untuk mendukung yg berbeda-beda juga. Tetapi endingnya, tentu kita mengutamakan kesepakatan dan kesepahaman. Dalam hal ini kita bisa saja aklamasi untum memperkecil gesekan-gesekan antar pendukung,” jelasnya.

“Sulsel maunya aklamasi,” tegas Aras.

Jika musyawarah mufakat atau aklamasi batal terwujud, Aras menargetkan perolehan suara untuk Suharso Monoarfa berada di atas 90 persen.

“Sejauh ini, kalau kita melihat apa yang dilakukan teman-teman, saya kira bisa di atas 90 persen,” terangnya.

Putra Sulsel kelahiran Soppeng (12/8/1970) tersebut membeberkan sejumlah alasan PPP Sulsel mengarahkan dukungan untuk Suharso Monoarfa.

“Pak Suharso ini kemarin sudah meloloskan partai ini dari parlementary threshold. Hari ini beliau lah yang banyak melakukan kerja-kerja lektoral partai. Sehingga, kita melihat dari semua kader yang ada, beliau kader terbaik,” beber Aras.

Dengan begitu, Aras berharap Suharso bisa membawa PPP menjadi figur oenting untuk mengangkat elektoral partai, juga mengembalikan nama besar partai Ka’bah tersebut.

Meskipun, Aras tidak memungkiri ada sejumlah nama potensial lainnya yang mulai mencuat sebagai penantang Suharso Monoarfa. Akan tetapi, tumpuan terbesar PPP Sulsel berada di tangan Suharso.

“Kita harapkan beliau lebih maksimal dalam memimpin partai ini, menaikkan elektoral partai, sehingga pada pemilu yang akan datang kita bisa meningkat dan bisa bangkit dari keterpurukan.”

“Ada nama Gus Yasin muncul, nama pak Mardani muncul, termasuk pak Amir Uskara, dan beberapa lagi yang lain. Tetapi di beberapa detik terakhir ini, pandangan teman-teman mengerucut pada satu nama,” jelasnya.

Atas dasar itulah PPP Sulsel satu suara mengusung Suharso. Hal ini juga sebagai bagian dari persiapan PPP untuk menghadapi pemilu di tahun 2024 mendatang.

Akan tetapi, Aras mengaku tidak memberikan syarat tertentu, khususnya dalam hal kedudukan strategis yang harus diduduki oleh kader PPP Sulsel.

“Teman-teman menilai beliau lah yang dianggap layak dan pantas, karena kiprahnya untuk menaikkan elektoral partai cukup bisa kita harapkan uuntuk meloloskan partai ini di pemilu 2024.”

“Kita tidak berbicara pada bargening-bargening seperti itu. Yang pasti, kader bisa diberi keleluasaan untuk berkiprah dan terkhusus memberikan kinerja yang terbaik untuk partai. Kader-kader Sulsel selama ini kan selalu terdepan dalam memberikan yang terbaik untuk partai, termasuk kader kita yang ada tentu kita harapkan kedepan beliau juga masih ada di sana untuk menempati posisi strategis.”

Di penghujung kalimat, Aras menegaskan bahwa saat ini pihaknya masih fokus menentukan formatur. Untuk kepengurusan dan jabatab-jabatan penting, sepenuhnya bakal diserahkan kepada formatur untuk mengatur hal tersebut.

“Kita belum putuskan siapa yang jado sekjen. Yang menjadi perbincangan kita hari ini adalah siapa yang jadi ketua umum. Sekjen itu akan diputuskan formatur. Tentu ini akan menjadi seksi karena formatur yang akan menentukan.”

“Formatur ini menjadi sesuatu yang diperebutkan hari ini, untuk menempatkan kader-kader yang ada dalam kepengurusan. Karena nanti akan sidang untuk menentukan masa bakti 5 tahun kedepan.”

“Persoalan kapasitas dan sebagainya, tentu kader yang bisa menilai adalah pemilik suara, sebanyak 1.211 orang. Nah hari ini tentu belum bisa kita pastikan siapa yang terbaik. Nanti setelah pemilihan, formatur terbaik yang dipilih untuk menentukam siapa pengurus mereka ke depan,” tutupnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img