32 C
Makassar
Jumat, April 23, 2021
BerandaHeadlinePrabowo Gabung Jokowi, Rocky Gerung Prediksi Kabinet Saling Amputasi

Prabowo Gabung Jokowi, Rocky Gerung Prediksi Kabinet Saling Amputasi

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Sinyal bergabungnya Prabowo Subianto dalam pemerintahan baru Presiden Jokowi dipandang tidak akan membawa banyak dampak positif.

Justru sebaliknya, bergabungnya Prabowo akan membuat soliditas koalisi partai pendukung pemerintah akan jadi kacau. Kabinet diprediksi justru akan saling amputasi dalam pemerintahan.

Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan, salahsatu konsen Prabowo adalah pertanian dan kehutanan. Ketika masuk dalam pemerintahan Jokowi, program ini akan mendapati problem pembebasan lahan, lingkungan, hingga soalan modal kerja awal.

BACA: Alasan Rocky Gerung Usul Prabowo Diusir dari Koalisi Pemerintahan Jokowi

“Tetap akan terjebak dalam kekacauan penganggaran. Belum lagi oposisi akan bekerja lebih tajam lagi,” kata Rocky Gerung saat hadir sebagai narasumber diacara Realita Tv, menanggapi pertemuan Jokowi dan Prabowo, (14/10/2019).

Menurut dia, saling amputasi dalam pemerintahan kedepan akan terjadi. Bukan dari pihak luar tapi justru dalam internal pemerintahan sendiri.

BACA: Gerindra Gabung Jokowi, Demokrat Sebut Masyarakat Dikhianati

“Oposisi dari dalam kabinet sendiri saling amputasi, karena ini soal tanah. Semua orang sudah pegang tanah sebetulnya. Jadi kita akan lihat nanti itu kekacauan terjadi karena orkestrasi tidak dipimpin oleh konduktor yang paham cara bernegara,” katanya.

Rocky justru memprediksi kalau saling sikut dalam kabinet akan terjadi sehari setelah pelantikan kabinet baru.

“Tesis saya, saling mengamputasi justru akan terjadi dalam kabinet, satu hari setelah pelantikan. Itu lebih gila lagi,” ujar Rocky.

Rocky dalam kesempatan ini juga mengungkapkan penyesalan dibalik sikap Prabowo bergabung dengan pemerintah.

“Saya menyesalkan, saya ngerti pertimbangan pragmatisnya tapi dari segi politikal etis yang saya pahami itu justru membuat susah nanti kalau terjadi sosial andreas atau krisis dalam kekuasaan, hanya itu saja soalnya,” pungkas Rocky.

(*)

- Advertisment -

Headline