31 C
Makassar
Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaHeadlinePrabowo: Saya Orang yang Dilantik Untuk Perang, Tapi...

Prabowo: Saya Orang yang Dilantik Untuk Perang, Tapi…

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto memberikan wejangan kepada para pendukungnya yang ikut aksi 22 Mei, di Rumah Perjuangan Rakyat, Menteng, Jakarta Pusat.

Kunjungan Prabowo itu dibagikan melalui YouTube oleh Media Center Prabowo-Sandi, Kamis (23/5/2019). Prabowo menemui para pendukungnya itu usai menyambangi korban demo di Rumah Aspirasi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5) malam.

Prabowo mulanya meminta para pendukung untuk berjuang di jalan damai. Eks Danjen Kopassus itu juga meminta para pendukung untuk percaya kepadanya.

BACA: Jokowi: Saya Sudah Inisiatif Ketemu Prabowo

“Jalan tanpa kekerasan ini sangat berat tapi harus kita lakukan, mengerti? Masih mau percaya sama saya?” kata Prabowo.

“Saya orang yang dilantik untuk perang tapi saya memilih jalan tidak pakai kekerasan dan percayalah kemenangan pasti datang kepada mereka yang di jalan yang benar,” sambung dia.

Prabowo mengatakan dirinya saat ini tengah berada di jalan yang benar. Dia meminta pendukungnya untuk legawa dan tidak melakukan kekerasan.

“Kita berada di jalan yang benar kita harus menang secara moral yang tinggi. Kita mulia, kita mulia kita tidak akan membalas kau kalau mau menzolimi kami kamu lebih kuat dan kami semakin hari semakin kuat,” kata Prabowo.

BACA: SBY Sebut Prabowo Akan Dikenang dengan Indahnya Generasi Mendatang

“Dan kadang-kadang dalam perjuangan ada taktik dan ada strategi kadang-kadang kita harus kiri, kadang-kadang kita harus kanan. Kadang-kadang kita harus mundur, mundur tidak berarti kita menyerah betul? Sanggup?” sambung dia.

“Maju terus pak maju terus,” timpal massa.

“Lohhh Katanya Sami’na Wa Atho’na?” kata Prabowo lagi.

Ketum Partai Gerindra itu menjelaskan, mundur bukan berarti menyerah. Terkadang, kata Prabowo, memutuskan untuk mundur adalah untuk meraih hal yang lebih besar.

BACA JUGA :  Deretan Ucapan Kontroversi Prabowo Soal "Wartawan"

“Menyerah tidak pernah menyerah tapi kadang-kadang mundur satu langkah untuk nanti maju dua langkah. Katanya Sami’na Wa Atho’na jadi kadang-kadang ya saya harus ke kiri ya ke kiri,” ujar Prabowo.

“Tapi sudah kelewatan pak,” timpal massa lagi.

“Tenang sabar sudah sakit hati, sabar ini ya berat, saya katakan berat. Tapi itu harus kita lakukan. Kalau saudara percaya sama saya sabar. Ingat sabar sejuk damai tidak pakai kekerasan itu pendekar itu pendekar. Bersatu terus kita sangat kuat bersatu kita teguh,” kata Prabowo lagi.

Penulis: Muhammad Adlan
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline