23 C
Makassar
Saturday, December 13, 2025
HomeMetropolisResidensi Penulis MIWF-Centre for Stories, Erni Aladjai Wakili Indonesia Timur

Residensi Penulis MIWF-Centre for Stories, Erni Aladjai Wakili Indonesia Timur

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Program residensi penulis perempuan yang merupakan kerja sama Makassaar International Writers Festival (MIWF)-Centre for Stories, Australia Barat, memilih penulis asal Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Erni Aladjai sebagai perwakilan, setelah menyeleksi 24 pendaftar.

Penulis sekaligus pegiat literasi itu dipilih setelah menjalani penjurian yang dilakukan oleh Lily Yulianti Farid, M. Aan Mansyur, dan Shinta Febriany.

“Alasan kami memilih Erni Aladjai, karena sejak terpilih sebagai emerging writersdi MIWF pada edisi pertama, aktivitasnya baik di dunia literasi dan juga penulisan membuat kami kagum,” ujar Lily, Jumat (13/12/2029).

Erni, menurut Lily, sangat produktif dan sering kali menang di berbagai lomba cerpen, novelet, cerita bersambung, novel, dan yang terbaru sebagai pemenang ke-3 Sayembara Penulisan novel, Dewan Kesenian Jakarta.

Erni juga dikenal sebagai aktivis di kampung halamannya, mendirikan perpustakaan bagi warga di kampungnya, pustaka bergerak, memberdayaan perempuan. Novel-novelnya mayoritas berlatar Maluku dan Sulawesi.

Penulis Novel berjudul Kei itu juga dinilai selalu mampu menyuarakan suara perempuan yang tidak mampu bersuara atas persoalan yang mereka hadapi, yang didominasi budaya patriarki.
Maka, lanjut Lily, Erni layak mewakili dan membicarakan sastra Indonesia, khususnya untuk konteks Indonesia Timur dan bagaimana dia terus menyuarakan isu perempuan dalam karya dan aktivismenya.

“Tahun depan kami berharap bisa lebih banyak peserta yang ikut, karena program ini dilaksanakan pada 2020 dan 2021,” jelas Lily.

Lebih lanjut, Direktur MIWF ini menjelaskan, nantinya seorang penulis perempuan dari Australia Barat juga akan berpartisipasi di MIWF 2020.

“Jadi kita bisa lihat pertukaran penulis dalam program ini. Selain itu, setelah dua tahun akan diluncurkan kumpulan cerita pendek yang ditulis empat penulis, dua dari Indonesia Timur dan dua dari Australia Barat dalam dua bahasa Inggris dan Indonesia di akhir program resindenis ini, yakni pada 2021,” tandas Lily.

Penulis: Rahmi Djafar

spot_img

Headline

spot_img
spot_img