SULSELEKSPRES.COM – Tokoh oposisi Rocky Gerung mengkritik pola komunikasi Koordinator PPKM darurat, Luhut Binsar Pandjaitan.
Menurut dia, gaya komunikasi Luhut hanya bersifat menantang dan mengancam. Hal demikian disebutnya membuat tidak adanya rasa batin oleh istana ke masyarakat.
“Yang didengar publik hanya ucapan kalimat terus menerus dari pak Luhut Binsar Pandjaitan. Memang beliau berkepentingan dengan penugasan Presiden, tetapi kita tahu pola komunikasi pak luhut yaitu menantang, yaitu kalimat kalimat mengancam,” kata Rocky Gerung dalam video Youtube Rocky Gerung Official, (7/7/2021).
Baca: UAS Dikritik, Rocky Gerung Membela: Ini Sinting
Rocky mengaku bisa memaklumi gaya komunikasi demikian. Namun hal itu membuat kepercayaan masyarakat terus merosot, dan pemerintah dianggap tidak bekerja.
“Dalam keadaan pandemi, begitu kepercayaan merosot maka berantakan sistem yang dibangun,” katanya.
Rocky juga menyentil pernyataan Luhut soal Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk Indonesia saat adanya PPKM Darurat. Publik kata Rocky bukan mempersoalkan TKA tapi konsistensi pemerintah.
Baca: Rocky Gerung: Konflik Israel-Palestina Berebut Tanah, Bukan Berebut Tuhan
“Mau lockdown tapi ada yang masuk Indonesia. Lebih dari itu kenapa TKA Cina. Kenapa TKA dapat kerja sementara publik dikunci di rumah ngga boleh kerja,” ujarnya.
“Komunikasinya ngga ada, tidak mampu menyambungkan akal pikiran rakyat dengan kebijakan pemerintah yang gagal terus menerus,” tambah Rocky lagi.
Sebelumnya, Luhut yang juga Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi, meminta sejumlah pihak tidak terus mempermasalahkan kedatangan TKA asal Cina ke Indonesia.
“Sebenarnya ndak ada yang aneh, jangan ada yang asal ngomong, yang enggak ngerti masalah, jangan terlalu cepat ngomong,” pungkas Luhut.



