Kepala sekolah membantah

Namun Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan SPN Dirgantara, Susila Dewi, membantah temuan KPAI yang menyebut ada sel tahanan di dalam kompleks sekolah.
“Sel itu tidak ada… tidak ada penyekapan,” kata Susila Dewi, seperti dilansir BBC News Indonesia.
Menurutnya, ruangan itu merupakan “ruang konseling” untuk “membina” siswa yang tidak disiplin dan melanggar peraturan.
Ditanya berapa lama siswa yang mengikuti konseling di ruangan tersebut, Susila Dewi mengatakan: “Tergantung dari kesalahannya.”
BACA JUGA:
Kebakaran Bulukunyi – Demi Selamatkan Anak, Rosmiati Tewas Terpanggang dan Tertimbun Runtuhan Rumah
Gegara Uang Rp 2.000, Dosen Usir Mahasiswa Dari Kelas
Anak Terlibat Narkoba, LBH Minta BNN dan Pemprov Aktiv Lakukan Pencegahan
“Kalau dia kedapatan merokok, itu kita bina selama tiga hari. Tapi proses belajar mengajar tetap (dilakukan),” ungkapnya. Para siswa itu juga diberi makan dan minum.
Menurutnya, sekolahnya memang menerapkan nilai-nilai kedisiplinan. “Apalagi kita sekolah penerbangan, tidak boleh ada salah. Kalau salah nanti bagaimana kalau ada di atas pesawat.”
Temuan KPAI menyebut, sekolah ini berfokus pada latihan semi militer. “Siswa-siswa diajarkan menembak dengan senapa angin,” ungkap Retno Listiyarti.



