MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat, sepanjang 2018 sebanyak 187 gempabumi dengan magnitude 5.0 keatas terjadi di Indonesia.
Dari data yang diakses, Senin (1/10/2018). Pada awal tahun, 6 Januari USGS catat gempabumi pertama kali di tahun 2018, mengguncang Bitung.
Sejak Januari, USGS mencatat sedikitnya 9 gempabumi dengan kekuatan yang tinggi. Diantaranya di Panyaungan Timur dengan 5.9 Magnitude, Saumlaki dan Obelobel dengan 6.4 Magnitude, Loloan dengan 6.9 Magnitude.
BACA: Dari Januari 2018 Indonesia Terus Digoncang Gempa Hingga September
5 lainnya, terjadi di Lokokrangan, Nggilat, Belanting sebanyak 2 kali, dan terakhir di Palu dengan magnitude mencapai 7.5.
Sejak dilanda gempabumi, USGS mencatat 16 gempabumi susulan dengan magnitude 5.0 keatas mengguncang kota Palu dan sekitarnya. 2 diantaranya menunjukkan angka 5.8 Magnitude.
BACA: BNPB: 90 Korban Gempabumi dan Tsunami Dinyatakan Hilang
Saat ini, sebanyak 1700 warga Palu yang terkena dampak gempabumi dan tsunami pada Jumat 28 September lalu, telah diungsikan ke Kota Makassar, menggunakan pesawat Hercules.
“Sabtu (29/9/2018) lalu yang datang itu sekitar 380, Minggu (30/9/2018) yang datang itu sekitar 1000, dan pagi tadi sekitar 320 orang,” ujar Kepala penerangan dan perpustakaan Lanud Sultan Hasanuddin, Mayor (Sus) Heny Purwani, saat ditemui di Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Senin (1/20/2018).



