23 C
Makassar
Minggu, April 11, 2021
BerandaEdukasiSTIE Nobel Tingkatkan Target Kucuran Dana Hibah Penelitian

STIE Nobel Tingkatkan Target Kucuran Dana Hibah Penelitian

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)  Nobel Indonesia berhasil mendapatkan kucuran dana hibah penelitian pada tahun 2020 lalu.

Menurut keterangan manajemen STIE Nobel Indonesia, Eka Yusfitasari, setidaknya ada enam judul penelitian yang mendapat kucuran dana dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia di tahun 2020 lalu.

“Di tahun 2020 itu kita dapat kucuran dana hibah untuj enam judul penelitian,” ujar Eka kepada Sulselekspres.com.

Enam judul penelitian dimaksud, diantaranya;

  1. Pengaruh Kompetensi, Pelatihan, dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat.
  2. Alokasi Biaya Lingkungan untuk Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan Menggunakan Theory of Planned Behavior.
  3. Idiosinkrasi Konsumen Pengguna Elektronik Money (E-Money) di PT Matahari Departement Store Tbk Panakkukang.
  4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Penyuluh Pertanian Kelompok Tani Sukamaju Desa Bangka Makmur Kecamatan Ulu Bangka Kabupaten Tojo Una-Una.
  5. Bauran Pemasaran 7P dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen pada Industri Retail Gient Ekspres Makassar.
  6. Analasis Kepuasan Kerja Perawat Terhadap Kinerja, Pelayanan Prima Perawat, dan Kepuasan Pasien (Studi Pada Perawat dan Mantan Pasien RSJ Negeri Makassar).

Setelah meraih kucuran dana hibah itu,  STIE Nobel indonesia tengah berupaya untuk bisa mendapatkan hal serupa di tahun-tahun berikutnya, termasuk tahun 2021 ini.

“Tentu kami akan selalu mengupayakan supaya kita bisa ikut memenangkan dana hibah. Untuk itu, kami melakukan sederet metode dalam menempuh tujuan itu,” jelas Eka.

Lebih jauh Eka mengatakan, ada tiga poin pokok yang ditempuh STIE Nobel Indonesia, antara lain:

  1. Budaya meneliti dosen STIE Nobel harus terus ditingkatkan. Apalagi sekarang ini kita sudah masuk di klaster madya, dan di klaster madya itu banyak sekali persyaratan yang harus dimiliki oleh seseorang atau kelompok peneliti yang mau memenangkan hibah. Untuk itu dianggap perlu untuk terus memotivasi para dosen agar bisa menulis/membuat proposal, menulis jurnal-jurnal dan menerbitkannya.
  2. Meningkatkan kapasitas dosen, kemampuan penulisan proposal dosen, dengan cara mengadakan pelatihan-pelatihan, workshop terkait dengan penulisan dan bagaimana memenangkan hibah penelitian.
  3. Dosen sangat dimanjakan oleh Yayasan Pendidikan Nobel. Yayasan menyediakan insentif untuk penerbitan jurnal dengan catatan jurnal tersebut diterbitkan di jurnal scopus atau jurnal nasional yang terakreditasi

Science and Technology Index (SINTA)

Selain itu, STIE Nobel Indonesia juga mengajukan sejumlah usulan judul penelitian yang jadi unggulannya. Judul unggulan tersebut dimaksudkan agar mereka bisa bersaing dengan kampus-kampus unggulan lainnya dalam dunia penelitian.

“Mengingat posisi kita sekarang ini yang masih berstatus sekolah tinggi dan jurusan yang kami miliki masih fokus pada ekonomi/bisnis yaitu Manajemen dan Akuntansi, maka dari itu kami berkolaborasi dengan dosen lain dari Perguruan Tinggi lain yang memiliki jurusan yang lebih bervariasi.”

“Tujuannya agar penelitian yang kita hasilkan juga bervariasi. Hingga sekarang ini kita sudah membuat MoU dengan beberapa kampus, salah satunya dengan Universitas Bosowa. Selain itu, kita juga mempunyai sekutu lama yaitu BINUS. Kita juga ada MoU nya dengan mereka,” jelas Eka.

Eka berharap, STIE nobel Indonesia bisa segera berubah menjadi Institut. Sebab, dengan menyandang status institut mereka bisa membuka jurusan baru, yang nantinya bakal menjadi andalan juga di lingkup Nobel.

“Harapan kami, dalam waktu dekat ini kita bisa menjadi institut. Karena dengan menjadi institut, kita ada jurusan baru, Sistem Teknologi Informasi. Itu bisa dikolaborasikan. Diharapkan dengan adanya jurusan baru tersebut, kolaborasi kita akan lebih bagus untuk memberikan ide penelitian yang beda dengan yang lain atau sebelumnya.”

“Tema-tema unggulan penelitian kita kedepannya, bagaimana caranya kita bisa memberikan output penelitian yang dikaitkan dengan peningkatan kapasitas kewirausahaan yang didukung oleh teknologi informasi. Apalagi sekarang kita sudah masuk ke abad revolusi 4.0,” tutupnya.

- Advertisment -

Headline