25 C
Makassar
Rabu, Desember 8, 2021
BerandaHukrimTahanan Pemotong Alat Kelamin di Enrekang Alami Tekanan Psikis Berat

Tahanan Pemotong Alat Kelamin di Enrekang Alami Tekanan Psikis Berat

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kerabat dekat tahanan yang memotong alat kelaminnya di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Enrekang, NM (26) mengatakan bahwa keluarganya tersebut, IS mengalami tekanan psikis yang sangat berat setelah berada di tahan.

NM (26), mengatakan bahwa tekanan psikis berat yang dialami oleh IS dikarenakan banyaknya persoalan dalam keluarganya sehingga, dia melakukan hal nekat seperti itu. Yang salah katanya adalah tudingan yang menyebutkan jika IS menganut ajaran-ajaran salah. Di luar konteks keagamaan.

BACA: Mengaku Dapat Bisikan Tuhan, Tahanan Rutan Enrekang Potong Alat Kelamin

“Kedua orangtuanya baru-baru meninggal dunia. Ditambah dengan masalah yang dilakukan pamannya yang membuat dia ditahan,” katanya, Selasa (20/11/2018).

IS yang memotong alat kelaminnya beberapa hari lalu tersebut menurut keluarganya itu merupakan tulang punggung keluarga sejak kedua orangtuanya meninggal dunia, karena dia adalah anak tertua.

Bahkan menurut dokter, kata NW, bila IS mendapatkan tekanan dari luar terus menerus seperti itu. Bisa saja IS melakukan hal yang jauh lebih parah dibandingkan denga yang baru saja dia lakukan tersebut.

BACA: Seorang Mahasiswa Ditemukan Bersimbah Darah di Kamar Hotel di Makassar

“Dia anak pertama kasian. Dia cari uang untuk adik-adiknya. Apa lagi masih ada adiknya yang masih kecil yang saat ini dirawat oleh keluarganya,” ujarnya.

“Dokter bilang kalau mentalnya bagus. Hanya saja banyak yang dia pikirkan hingga pikirannya kacau, sehingga mendengar yang tidak masuk akal. Orang yang depresi bisa saja melakukan yang di luar akal,” jelasnya.

Ditambah lagi, jika IS yang rencananya akan menikah sebelum ada surat dakwaan dan melanjutkan ke persidangannya akan menjalani pernikahan. Dan pasalnya sejak adanya kabar pemotongan alat kelamin tersebut pernikahan IS terancam gagal.

BACA: 4 Fakta Dibalik Penemuan Kerangka Manusia di Pangkep

“Pernikahan itu rencananya bulan sepuluh, tapi ditunda karena IS menjalani hukuman. Tapi, saya belum tahu akan lanjut atau tidak karena kabar itu diketahui keluarga perempuan dari berita,” jelasnya.

BACA JUGA :  Gelapkan Duit Umrah, Wiraswasta Travel di Makassar Dibekuk Polisi

Dirinya juga sudah mencoba menjelaskan kejadian tersebut kepada keluarga perempuan calon pendamping Alumnus Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas ternama di Kota Makassar itu. Bahwa, apa yang dilakukan IS tidak terlalu parah. Dan hanya mengalami luka pada bagian kecil yabg terpotong.

“Sudah saya bilang sama keluarga perempuan kalau IS masih bisa punya anak. Karena dokter bilang, hanya sedikit diambil (potong) dan akan kembali seperti semula. Keluarga perempuan salah paham karena mereka pikir diambil semua,” jelasnya.

Penulis: M. Syawal
BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.352,9
EUR
16.178,2
JPY
126,4
KRW
12,2
MYR
3.391,5
SGD
10.510,6