32 C
Makassar
Tuesday, July 16, 2024
HomeRagamTanggapi Pernyataan Qasim Mathar, MUI Sulsel: Itu Tidak Mudah

Tanggapi Pernyataan Qasim Mathar, MUI Sulsel: Itu Tidak Mudah

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Menanggapi masukan salah seorang Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Prof Dr. M. Qasim Mathar. Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Prof Muhammad Galib berpendapat, bahwa hal itu tidak mudah.

Sebelumnya, Qasim menyarankan MUI khususnya yang pusat untuk segera merombak kepengurusannya yang lebih representatif atas golongan islam di Indonesia.

BACA: Qasim Mathar: MUI Harus Rombak Kepengurusan yang Representatif

“Saya memahami penilaian Prof. Qasim lebih banyak ditujukan ke MUI Pusat,” katanya saat dihubungi Sulselekspres.com, Kamis (8/11/2018).

“Harapan agar seluruh ormas (organisasi masyarakat) Islam ada representasinya di MUI, dapat dipahami sebagai harapan Prof. Qasim untuk mewujudkan persatuan dan sinergi ormas Islam melalui wadah MUI,” imbuhnya.

BACA: Fatwa MUI: vaksin Measles dan Rubella Bisa Digunakan, Tapi…

Namun demikian, bagi Ghalib, untuk merealisasikannya, tidak mudah. Sebab, MUI memiliki visi-misi yang belum tentu berselaras dengan ormas yang ada saat ini.

“Dan tentu saja, ormas yang dapat bergabung adalah yang sefaham dengan visi dan misi MUI,” Ghalib menambahkan.

Tak hanya itu, kata Ghalib, pergantian pengurus harusnya berlandaskan AD/ART dan melalui mekanisme Musyawarah, ditingkat Nasional atau Daerah.

“Jadi tidak mungkin ada perombakan tanpa melalui Munas dan Musda sesuai AD/ART,” ujarnya.

Sementara terkait, seruan MUI yang dinilai Qasim dapat memicu kegaduhan, Ghalib mengaku belum dapat menjawabnya lebih jauh.

“Karena saya tidak tahu apa seruan MUI yang dinilai menjadi pemicu kegaduhan.” tandasnya.

Seperti sebelumnya diberitakan, Qasim menilai bahwa, selama ini terlalu banyak seruan-seruan yang dikeluarkan oleh MUI yang dikenal dengan fatwa, yang Ia nilai justru membuat ‘kerapuhan’ dan tidak menguatkan persatuan umat.

Padahal menurutnya, MUI justru memiliki peran dalam menguatkan upaya-upaya persatuan umat.

“Pimpinan ormas Islam yang ada juga harusnya memberikan keteladanan. Dengan begitu, persatuan umat akan terjaga,” jelas Qasim.

Penulis: Agus Mawan
- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Menanggapi masukan salah seorang Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Prof Dr. M. Qasim Mathar. Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Prof Muhammad Galib berpendapat, bahwa hal itu tidak mudah.

Sebelumnya, Qasim menyarankan MUI khususnya yang pusat untuk segera merombak kepengurusannya yang lebih representatif atas golongan islam di Indonesia.

BACA: Qasim Mathar: MUI Harus Rombak Kepengurusan yang Representatif

“Saya memahami penilaian Prof. Qasim lebih banyak ditujukan ke MUI Pusat,” katanya saat dihubungi Sulselekspres.com, Kamis (8/11/2018).

“Harapan agar seluruh ormas (organisasi masyarakat) Islam ada representasinya di MUI, dapat dipahami sebagai harapan Prof. Qasim untuk mewujudkan persatuan dan sinergi ormas Islam melalui wadah MUI,” imbuhnya.

BACA: Fatwa MUI: vaksin Measles dan Rubella Bisa Digunakan, Tapi…

Namun demikian, bagi Ghalib, untuk merealisasikannya, tidak mudah. Sebab, MUI memiliki visi-misi yang belum tentu berselaras dengan ormas yang ada saat ini.

“Dan tentu saja, ormas yang dapat bergabung adalah yang sefaham dengan visi dan misi MUI,” Ghalib menambahkan.

Tak hanya itu, kata Ghalib, pergantian pengurus harusnya berlandaskan AD/ART dan melalui mekanisme Musyawarah, ditingkat Nasional atau Daerah.

“Jadi tidak mungkin ada perombakan tanpa melalui Munas dan Musda sesuai AD/ART,” ujarnya.

Sementara terkait, seruan MUI yang dinilai Qasim dapat memicu kegaduhan, Ghalib mengaku belum dapat menjawabnya lebih jauh.

“Karena saya tidak tahu apa seruan MUI yang dinilai menjadi pemicu kegaduhan.” tandasnya.

Seperti sebelumnya diberitakan, Qasim menilai bahwa, selama ini terlalu banyak seruan-seruan yang dikeluarkan oleh MUI yang dikenal dengan fatwa, yang Ia nilai justru membuat ‘kerapuhan’ dan tidak menguatkan persatuan umat.

Padahal menurutnya, MUI justru memiliki peran dalam menguatkan upaya-upaya persatuan umat.

“Pimpinan ormas Islam yang ada juga harusnya memberikan keteladanan. Dengan begitu, persatuan umat akan terjaga,” jelas Qasim.

Penulis: Agus Mawan
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img