MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Plt Kepala Inspektorat provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Sri Wahyuni Nurdin, mengungkapkan bahwa kini temuan yang sempat heboh kemarin sebanyak 8,5 milyar kini tinggal sekitar 8,1 milyar.
“Temuan APIP per 5 November sekitar 8,5. Dan untuk per 11 Desember sebesar sekitar 8,1 milyar,” kata Sri Wahyuni kepada Sulselekspres.com, Sabtu (11/12/2020).
Kata Sri Wahyuni, di Desember semester 2 tahun 2020 capaian tindak lanjut sudah mencapai 63,07 persen. Bahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menampilkan nilai capaian terakhir sebesar 67,87 persen.
Menurut Sri, pihaknya tidak mungkin melakukan pemaksaan untuk tindak lanjut. Karena yang menindaklanjuti itu dalam hal ini adalah auditan. Sehingga hanya bisa melakukan dorongan.
“Mendorong bagaimana upaya tindak lanjut itu. Nah kalau dilihat dari perkembangan semester awal yang hanya 26,33 ke 67,87 persen berarti kinerja kami sangat terukur. Coba dikurangi itu 67 dikurang 26. Itu sangat kelihatan progresnya kami dalam melakukan upaya tindak lanjut. Khususnya untuk tindak lanjut hasil temuan eksternal,” lanjutnya.Sementara itu, Kasubag Evaluasi
Inspektorat Sulsel, Akil Marham, juga menambahkan bahwa dari kondisi kemarin yang dipaparkan kondisi 5 November sisa temuan APIP itu 8,5 Milyar.Telah diperbaharui per 4 September tinggal 8,1 M. Hal ini berarti, ada sekitar 400 juta sekian yang sudah melakukan penyetoran. Terbukti di 2017 itu 171 sudah selesai.
“Terus yang inikan kondisi 4 Desember. Di kondisi di 11 Desember itu sekitar hampir 500 juta sudah tersetor ke kas daerah. Jadi terlihat dari jangka waktu hanya dari 5 November sampai 11 Desember itu belum sebulan lebih,” ujarnya.



