31 C
Makassar
Kamis, Juni 24, 2021
BerandaDaerahTim BMKG Makassar Survei Lokasi Alat Pendeteksi Gempa Di Bone

Tim BMKG Makassar Survei Lokasi Alat Pendeteksi Gempa Di Bone

- Advertisement -

WATAMPONE, SULSELEKSPRES.COM – Tim dari BMKG Makassar melakukan kunjungannya ke Kabupaten Bone, Rabu, (12/2/2020).

Kedatangan Tim Badan Meteorologi dan Geofisika Makassar melakukan peninjauan titik lokasi untuk pembangunan stasiun sensor atau alat pendeteksi gempa bumi.

Sebagaimana diketahui bahwa Kabupaten Bone dilewati dua sesar/lempengan aktif yaitu sesar walanae dan sesar koro.

Keadaan ini yang membuat Kabupaten Bone tidak luput dari ancaman bencana alam seperti Gempa Bumi. Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bone Dray Vibrianto dalam keterangan rilisnya kepada awak media.

Namun, Lanjut Dia, potensi ini tidak perlu membuat kita takut dan panik. Tetapi yang menjadi kewajiban kita adalah memahami karakter potensi ancaman bencana disekeliling kita serta menyusun mitigasi bencana yang disebut Disaster Risk Reduction atau pengurangan resiko bencana.

“Hal ini sebagai upaya apabila terjadi bencana kita sudah tahu apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan menghadapi bencana tersebut,” ungkap mantan Kasatpol PP ini.

Kepala Pelaksana BPBD Bone Dray Vibrianto menambahkan sebelumnya sudah ada dua stasiun pemantau gempa yang telah dibangun yakni di Kecamatan Bontocani dan Tonra.

“Untuk tempat ketiganya ini direncanakan akan ditempatkan di Kecamatan Tanete Riattang Timur sekitar Pelabuhan Bajoe. atau rencananya alat pendeteksi gempa akan dipasang sekitar Kantor BLK atau Tanjung Pallette yang disurvei langsung oleh tim BMKG,” tambahnya.

Dray menghimbau masyarakat senantiasa menjaga dan merawat alat pendeteksi ini agar pada saat terjadi gempa atau bencana, alat ini aktif.

BACA JUGA :  Dituding Raibnya Dana Diskes Mengalir ke DPRD, Kaharuddin Kadir : Itu 'Ngawur'

“Kami menghimbau seluruh masyarakat Bone agar menjaga dan merawat stasiun pemantau gempa tersebut karena dengan adanya stasiun tersebut mampu memberikan early warning apabila terjadi gempa bumi. Hal ini sangat penting dipahami karena sampai detik ini belum ada satu tehnologipun yang mampu memprediksi kapan gempa bumi akan terjadi,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Zulkifli Zain Tunggu Rekomendasi DPP Golkar di Sidrap
spot_img
spot_img
- Advertisment -

Headline