32 C
Makassar
Wednesday, July 24, 2024
HomeDaerahTim Gabungan Ramadhan di Bone Ditarik Gegara Anggaran Tak Masuk APBD

Tim Gabungan Ramadhan di Bone Ditarik Gegara Anggaran Tak Masuk APBD

PenulisYusnadi
- Advertisement -

BONE,SULSELEKSPRES.COM– Tim gabungan pengamanan ramadhan yang dibentuk oleh Pemerintah daerah dalam rangka untuk menciptakan ketertiban dan menjaga kesucian bulan suci sempat dihentikan. Pasalnya, anggarannya tidak dianggarkan ke APBD.

Kasatpol PP Kabupaten Bone, Andi Akbar, SPd, MPd mengatakan, keputusannya untuk menarik anggota yang tergabung pada patroli gabungan dan gangguan kamtibmas (trantibmas) karena dukungan anggarannya belum jelas.

“Saya putuskan menarik semua personel karena tidak ada anggaran dan tidak pernah diakomodir di APBD. Saya sampaikan ke Kodim, Polres, Brimob, kalau tidak ada anggarannya tidak usah dilaksanakan patroli gabungan di bulan ramadan. Masih tanda tanya karena sampai hari ini untuk dukungan dana belum jelas anggaran yang akan kita pakai di pengamanan ramadhan, kalau kami satpol tidak masalah ada atau tidaknya kami pasti tetap jalan,” katanya kepada sulselekspres.com, Rabu (29/3/2023).

Lebih lanjut, mantan Camat Bontocani ini menerangkan, untuk anggaran posko terpadu untuk Ramadan tahun ini diusulkan sangat kecil. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hanya mengajukan anggaran sebesar Rp 100 juta, itupun tidak disetujui di APBD

“Honor satgas per orang Rp 350 ribu. Mereka kerja mulai dari malam pertama Ramadan sampai malam Lebaran untuk menjaga kamtibmas,” terangnya.

Dikatakan Andi Akbar, tetapi dalam kegiatan itu melibatkan beberapa stakeholder seperti dari TNI, Polri, serta Dinas perhubungan dan ia merasa malu kalau tidak memberikan makan minum.

Selain konsumsi, lanjut, kata dia, anggaran untuk kebutuhan biaya transportasi terutama BBM, dimana anggaran satpol PP terkait BBM tidak boleh lagi memakai solar tapi harus mengunakan dexlite yang harganya 18 ribu.

“Makanya kemarin saya berhentikan sembari menunggu petunjuk dari pimpinan apakah ada yang mau dianggarkan kalau tidak ada untuk apa kami lanjutkan, kami mau ambil anggaran dari mana,” bebernya

Ia juga menegaskan bahwa Satpol PP dan seluruh tim terpadu siap melaksanakan tugas sekalipun anggarannya tidak keluar sekarang, tapi diperlukan juga ada kepastian.

“Jika pak Sekda selaku ketua TAPD memberikan kepastian bahwa akan digantikan, pasti kami akan menggeser salah satu pos anggaran dan nanti akan diganti setelah anggaran terpadu cair, tetapi saya tidak mau kalau terjadi seperti tahun kemarin ia menggeser salah satu anggaran namun sampai hari ini belum diganti karena tahun ini saya tidak mau lagi mengorbankan honor anggotaku, kasihan mereka,” tegasnya.

Dia juga menegaskan sudah menyampaikan hal ini kepada Ketua TAPD secara langsung agar Posko Terpadu diprioritaskan. Akbar tidak menginginkan kejadian tahun 2022 terulang.

“Saya sudah sampaikan ke TAPD itu untuk diprioritaskan. Karena kami tidak mau kejadian seperti tahun lalu honor anggota kami di Satpol PP yang dikorbankan,” tegasnya lagi.

Sementara Sekretaris TAPD, Dr. Andi Ikbal Walinono menjelaskan bahwa, kegiatan Tim Pengamanan Ramadhan merupakan salah satu output capaian kegiatan.

Kata dia, pada APBD Tahun Anggaran 2023 ada Sub kegiatan Pengamanan yang tertuang dalam DPA Satpol PP dapat digunakan untuk kegiatan Pengamanan Ramadhan

“Sekarang karena Ramadhan lebih cepat dari Pengamanan Natal, tahun baru dan semacamnya, inimi dulu yang kita laksanakan disaat anggarannya tidak cukup di perubahan kita sesuaikan nanti ditambahkan.” jelas Andi Ikbal.

- Advertisement -

BONE,SULSELEKSPRES.COM– Tim gabungan pengamanan ramadhan yang dibentuk oleh Pemerintah daerah dalam rangka untuk menciptakan ketertiban dan menjaga kesucian bulan suci sempat dihentikan. Pasalnya, anggarannya tidak dianggarkan ke APBD.

Kasatpol PP Kabupaten Bone, Andi Akbar, SPd, MPd mengatakan, keputusannya untuk menarik anggota yang tergabung pada patroli gabungan dan gangguan kamtibmas (trantibmas) karena dukungan anggarannya belum jelas.

“Saya putuskan menarik semua personel karena tidak ada anggaran dan tidak pernah diakomodir di APBD. Saya sampaikan ke Kodim, Polres, Brimob, kalau tidak ada anggarannya tidak usah dilaksanakan patroli gabungan di bulan ramadan. Masih tanda tanya karena sampai hari ini untuk dukungan dana belum jelas anggaran yang akan kita pakai di pengamanan ramadhan, kalau kami satpol tidak masalah ada atau tidaknya kami pasti tetap jalan,” katanya kepada sulselekspres.com, Rabu (29/3/2023).

Lebih lanjut, mantan Camat Bontocani ini menerangkan, untuk anggaran posko terpadu untuk Ramadan tahun ini diusulkan sangat kecil. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hanya mengajukan anggaran sebesar Rp 100 juta, itupun tidak disetujui di APBD

“Honor satgas per orang Rp 350 ribu. Mereka kerja mulai dari malam pertama Ramadan sampai malam Lebaran untuk menjaga kamtibmas,” terangnya.

Dikatakan Andi Akbar, tetapi dalam kegiatan itu melibatkan beberapa stakeholder seperti dari TNI, Polri, serta Dinas perhubungan dan ia merasa malu kalau tidak memberikan makan minum.

Selain konsumsi, lanjut, kata dia, anggaran untuk kebutuhan biaya transportasi terutama BBM, dimana anggaran satpol PP terkait BBM tidak boleh lagi memakai solar tapi harus mengunakan dexlite yang harganya 18 ribu.

“Makanya kemarin saya berhentikan sembari menunggu petunjuk dari pimpinan apakah ada yang mau dianggarkan kalau tidak ada untuk apa kami lanjutkan, kami mau ambil anggaran dari mana,” bebernya

Ia juga menegaskan bahwa Satpol PP dan seluruh tim terpadu siap melaksanakan tugas sekalipun anggarannya tidak keluar sekarang, tapi diperlukan juga ada kepastian.

“Jika pak Sekda selaku ketua TAPD memberikan kepastian bahwa akan digantikan, pasti kami akan menggeser salah satu pos anggaran dan nanti akan diganti setelah anggaran terpadu cair, tetapi saya tidak mau kalau terjadi seperti tahun kemarin ia menggeser salah satu anggaran namun sampai hari ini belum diganti karena tahun ini saya tidak mau lagi mengorbankan honor anggotaku, kasihan mereka,” tegasnya.

Dia juga menegaskan sudah menyampaikan hal ini kepada Ketua TAPD secara langsung agar Posko Terpadu diprioritaskan. Akbar tidak menginginkan kejadian tahun 2022 terulang.

“Saya sudah sampaikan ke TAPD itu untuk diprioritaskan. Karena kami tidak mau kejadian seperti tahun lalu honor anggota kami di Satpol PP yang dikorbankan,” tegasnya lagi.

Sementara Sekretaris TAPD, Dr. Andi Ikbal Walinono menjelaskan bahwa, kegiatan Tim Pengamanan Ramadhan merupakan salah satu output capaian kegiatan.

Kata dia, pada APBD Tahun Anggaran 2023 ada Sub kegiatan Pengamanan yang tertuang dalam DPA Satpol PP dapat digunakan untuk kegiatan Pengamanan Ramadhan

“Sekarang karena Ramadhan lebih cepat dari Pengamanan Natal, tahun baru dan semacamnya, inimi dulu yang kita laksanakan disaat anggarannya tidak cukup di perubahan kita sesuaikan nanti ditambahkan.” jelas Andi Ikbal.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img