25 C
Makassar
Rabu, Januari 19, 2022
BerandaEdukasiTK Islam Athirah 1 Terapkan Prokes Ketat untuk PTM Terbatas

TK Islam Athirah 1 Terapkan Prokes Ketat untuk PTM Terbatas

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pelaksanaan Pembalajaran Tatap Muka (PTM) dimasa pandemi tentu memerlukan persiapa yang matang. Selain proses belajar mengajar yang dipersiapkan secara matang, namun juga protokol kesehatan juga harus diperhitungkan dengan baik.

Seperti yang tengah dilakukan oleh pihak TK Islam Athirah 1. Melalui forum PTM secara terbatas yang dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan mulai melakukan persiapan.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala TK Islam Athirah 1 Siti Khotijah, S.Pd. dalam sambutannya di awal forum ia mengatakan untuk seluruh guru dan karyawan agar bersiap dan bergerak cepat melakukan persiapan PTM Terbatas ini yang dimulai pada tanggal 2 Desember 2021.

“Alhamdulillah kita akan segera melakukan PTM Terbatas. Anak-anak akan mulai belajar secara offline. PTM ini dilaksanakan mulai tanggal 2 Desember 2021. Kita harus melakukan beberapa persiapan dan bergerak cepat untuk menyambut kembali anak-anak. Mulai dari menyiapkan materi sosialisasi ke orang tua, mengikuti rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan,” tuturnya, Rabu (1/12/2021).

BACA JUGA :  3M dan Vaksin Jadi Solusi Pencegah Covid-19

Ia juga menambahkan bahwa syarat PTM Terbatas ini anak didik segera melakukan SWAB. Ia juga berpesan agar guru dan orang tua saling bersinergi dan berkomitmen untuk mengawal dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Hari ini juga akan dilaksanakan penyemprotan disinfektan oleh BPBD. Anak didik akan dilakukan Swab Antigen sebagai syarat PTM Terbatas. Besar harapan saya kepada orang tua dan guru saling bersinergi dan berkomitmen untuk mengawal PTM Terbatas ini dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga semua dapat berjalan dengan lancar ,” ucap Siti Khotijah.

Dalam kesempatan wawancara secara langsung kepada salah satu orang tua siswa Ayu Wulansari juga mengatakan merasa senang bahwa akhirnya anak-anak dapat merasakan sekolah secara offline.

“Alhamdulillah. Akhirnya setelah 5 bulan belajar secara daring anak-anak bisa melakukan sekolah secara offline. Ini adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh orang tua dan anak-anak untuk bisa bersosialisasi secara langsung kepada guru dan teman-temannya.” Tuturnya.

BACA JUGA

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6