28 C
Makassar
Senin, September 20, 2021
BerandaHeadlineWanggai Dapat Perlakuan Rasis, PSM Bakal Lapor ke PSSI dan LIB

Wanggai Dapat Perlakuan Rasis, PSM Bakal Lapor ke PSSI dan LIB

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Aksi heroik yang dilakukan oleh bomber anyar PSM Makassar, Patrich Wanggai, dalam laga kontra Persija Jakarta di laga perdana grup B Piala Menpora 2021, harus berujung pada tindakan amoral warganet.

Diketahui, Wanggai menjadi pembuka skor kemenangan PSM Makassar lewat aksi individunya di penghujung babak pertama. PSM kemudian mengakhiri laga lewat skor 2-0 setelah Yakob Sayuri menggandakan keunggulan di menit ke-67.

Usai laga, akun twitter Patrich Wanggai @wanggaipatrich diserbu netizen. Pemain berdarah Papua itu mendapat perlakuan rasis dari netizen. Berbagai hujatan tampak jelas di akun instagram striker berlabel timnas tersebut. Mulai dari olok-olok nama binatang hingga ocehan tidak senonoh.

Hal ini diketahui setelah akun twitter @medioclubid mengunggah tangkapan gambar dari twitter Patrich Wanggai, yang memperlihatkan semua tindakan rasisme tersebut.

Menanggapi hal ini, pihak manajemen PSM Makassar melalui media officer (MO) mereka, Sulaiman Abdul Karim, sangat menyesalkan hal itu. Pria yang akrab disapa Sule itu mengaku, PSM bakal menyurat ke PSSI dan PT LIB terkait hal itu.

BACA JUGA: Piala Menpora, PSM Sukses Lewati Ujian Pertama

“PSM Makassar akan berkirim surat ke PSSI dan PT Liga terkait isu rasisme ini. Pak Appi (CEO PSM Makassar) sudah perintahkan untuk bersurat,” ujarnya kepada awak media, Senin (22/3/2021) malam.

BACA JUGA :  Stadion Mattoangin Ditangani KPK, Nurdin Abdullah: PSM Jangan Sampai Berkandang di Luar

“Kami menyesalkan dan mengutuk keras (tindakan rasisme). Dalam sepakbola, hal-hal seperti ini mencederai makna sportifitas,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Usai mencuri Tiga Poin, Robert tetap Puji Pemain Bhayangkara FC

Lebih jauh Sule mengatakan, dalam setiap pertandingan, hanya dua kali 45 menit saja para pemain menjadi lawan. Setelah itu, tidak ada lagi kata lawan di luar lapangan.

Sehingga, tindakan-tindakan amoral yang mencederai marwah sepakbola tidak selayaknya terjadi dalam dunia sepakbola.

“Pemain di lapangan bertanding 2×45 menit dengan semangat sportifitas. Setelah 2×45 menit, semua kembali menjadi kawan. Di lapangan kita lawan, di luar lapangan kita kawan. Bagi PSM, tidak ada tempat untuk rasisme,” tegasnya.

Sule juga menyampaikan imbauan kepada para suporter PSM Makassar agar tidak menanggapi hal itu. Sebab, hal itu berpeluang memperpanjang persoalan.

“Kami manajemen PSM berharap agar suporter PSM tidak menanggapi oknum netizen yang menyebarkan ujaran rasisme. Kami harap suporter PSM tetap mendukung dengan cara-cara yang baik,” tutup Sule.

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.274,1
EUR
16.719,5
JPY
130,2
KRW
12,0
MYR
3.404,7
SGD
10.557,6
BACA JUGA :  Appi Pastikan PSM Kehilangan 8 Pemain di Laga Kontra Persela Lamongan
- Advertisment -