29 C
Makassar
Senin, Juni 14, 2021
BerandaHeadlineWarga Pangkep Tolak Uang Pembebasan Lahan Proyek Kereta Api Sulsel

Warga Pangkep Tolak Uang Pembebasan Lahan Proyek Kereta Api Sulsel

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sejumlah warga bersama Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep melakukan aksi demo di Jalan Poros Sultan Hasanuddin, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (7/8/2019).

Mereka menolak uang ganti rugi pembebasan lahan pembangunan rel kereta api Pangkep yang dinilai kecil.

Terlebih, cara pihak tim appraisal yang dibentuk oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam menentukan harga hanya lewat brosur yang dibagikan kepada warga, tanpa ada mufakat terlebih dahulu.

BACA: Kecam Razia Buku, Aliansi Mahasiswa Peduli Literasi Pajang Buku-buku “Kiri”

“Cara penentuan harga itu yang pertama dia langsung menyebarkan brosur kepada masyarakat saja, tanpa adanya mufakat yang itulah sebenarnya yang dituntut masyarakat karena tidak ada mufakat, langsung saja ditaksir harga rendah,” jelas Mustafa selaku pemilik lahan sekaligus Jenderal Lapan

Ia mengatakan, kisaran harga yang ditentukan beragam. Untuk sawah misalnya, dihargai Rp9.700 – 60 ribu, tambak, Rp74 – 80 ribu, kebun, Rp40-an ribu, dan perumahan, Rp260 – 400-an ribu.

BACA: Menhub dan Pemprov Sulsel Sepakat Beri Bantuan Ponpes sekitar Jalur Kereta Api

Mustafa dan warga menilai harga pembebasan lahan tersebut rendah. Sebab jika dibandingkan dengan pembebasan lahan di Kabupaten Barru, kata Mustafa, harganya hingga tiga kali lipat dari yang ditawarkan di Kabupaten Pangkep.

Ia pun mencurigai ada makelar tanah bermain dengan harga tersebut. Kecurigaan itu semakin bertambah, sebab sejumlah kasus didapati, rumah warga ada yang berdampingan namun memiliki harga pembebasan lahan jauh berbeda.

Akan hal itu, mereka meminta kepada BPN untuk mempertemukan warga terlebih dahulu dengan tim appraisal. Jika pihak BPN, kata Mustafa, tak memenuhi tuntutan, ia mengancamnya akan menurunkan massa lebih banyak.

“Ada aksi yang lebih besar, sampai menutup jalan,” tegasnya.

Pembebasan lahan proyek kereta api Sulawesi ini mencakup wilayah seluas 2.000-an hektar yang melintasi sejumlah kecamatan di Kabupaten Pangkep, yakni Kecamatan Mandalle, Segeri, Ma’rang, Labakkang, Bungoro, Balocci, dan Kecamatan Minasatene.

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisment -

Headline