33 C
Makassar
Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaRagam4 Kriteria Orang yang Harus Mendapatkan Swab Test COVID-19

4 Kriteria Orang yang Harus Mendapatkan Swab Test COVID-19

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Selain rapid test, di masa pandemic corona ini kita juga sering mendengar dan membaca tentang Swab test. Namun tidak semua orang tahu apa itu Swab test.

Swab test untuk mendeteksi virus Corona (COVID-19) gencar dilakukan seiring bertambahnya jumlah orang yang positif virus Corona di Indonesia. Upaya ini sebagai langkah pencegahan dan memutus rantai penyebaran virus.

Swab test adalah pengambilan sampel melalui lubang hidung atau tenggorokan untuk mendeteksi virus Corona (COVID-19). Sampel kemudian dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop.

Pemeriksaan laboratorium ini untuk memastikan apakah seseorang mengidap COVID-19 dengan mendeteksi asam ribonukleat (RNA) dari virus SARS-CoV-2. Urutan analisis genetik RNA dari sampel diisolasi dan disalin balik membentuk pasangan DNA, kumudian hasil salinan ini diperbanyak.

Tes yang juga dikenal dengan nama Polymerase Chain Reaction (PCR) atau reaksi rantai polimerase ini kemungkinan rumit, tetapi hasil tes pemeriksaan COVID-19 dapat diandalkan. Meski hasilnya cukup lambat, PCR merupakan tes yang efektif dan lebih mudah dilakukan di semua laboratorium.

BACA: 113 WNI di Malaysia Dipulangkan, Puluhan Diantaranya Asal Bone

Tidak semua orang bisa melakukan tes ini, karena pemeriksaan ini hanya dilakukan untuk mereka yang terindikasi virus Corona (COVID-19). Dilansir dari DokterSehat, orang-orang yang dapat menjalani tes harus memiliki kriteria berikut:

1. Pasien Dalam Pemantauan (PDP)

Pasien dalam pemantauan seseorang yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam
(di atas 38°C) atau riwayat demam yang disertai salah satu gejala atau tanda penyakit pernapasan seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, pilek, dan pneumonia ringan hingga berat.

Kriteria PDP memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal dan memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia.

BACA JUGA :  Banyak Terpapar Covid, Kakanwil Kemenag Susel Wajibkan Seluruh Pegawainya Swab Ulang

2. Orang Dalam Pemantauan (ODP)

Orang dalam pemantauan adalah seseorang yang mengalami demam (di atas 38°C) atau riwayat demam yang disertai gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek, sakit tenggorokan, dan batuk.

BACA: 24 WNA Asal India di Kabupaten Gowa Jalani Rapid Test, 1 Menunggu Hasil Swab

Kriteria ODP juga harus memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan
transmisi lokal. Juga memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di
Indonesia.

3. Orang Tanpa Gejala (OTG)

Orang tanpa gejala atau OTG adalah seseorang yang tidak memiliki gejala atau berisiko tertular virus dari orang yang positif COVID-19. Orang yang memiliki kontak erat atau melakukan kontak fisik dengan PDP dan kasus konfirmasi atau prorabel (dalam jarak satu meter) selama dua hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

4. Orang yang Memiliki Hasil Rapid Test Negatif

Swab test adalah pemeriksaan bagi orang-orang yang sudah menjalani rapid test dengan hasil negatif tetapi dicurigai secara klinis memiliki gejala COVID-19, atau ada penyakit penyerta yang lain yang menyebabkan kekebalan tubuh pasien menurun sehingga tidak terbentuk antibodi.

spot_img

Headline