BONE, SULSELEKSPRES.COM — Pengalaman merintis usaha, menghadapi kegagalan, hingga mencapai keberhasilan bukan sekadar cerita pribadi. Jika ditulis dan didokumentasikan, pengalaman itu bisa menjadi sumber pengetahuan yang menginspirasi generasi berikutnya.
Pesan itulah yang disampaikan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, saat membuka Festival Literasi (Feslit) Kabupaten Bone 2026 di pelataran Perpustakaan Umum Daerah Bone, Kota Watampone, Senin (26/10/2026).
Ia mengajak masyarakat Bone tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga aktif menulis dan mengabadikan pengalaman hidup yang memiliki nilai pembelajaran bagi orang lain.
“Kita bisa menulis pengalaman-pengalaman kita, keberhasilan kita, sehingga bisa menjadi pembelajaran dan inspirasi bagi generasi berikutnya,” kata Andi Asman.
Menurutnya, budaya literasi tidak boleh berhenti pada aktivitas membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi perlu menjadi gerakan bersama untuk menggali pengetahuan, berbagi pengalaman, dan mendorong masyarakat belajar dari perjalanan hidup orang lain.
Kisah Sukses Warga Layak Dibukukan
Andi Asman menilai, banyak kisah keberhasilan masyarakat Bone yang memiliki nilai inspiratif, tetapi belum terdokumentasikan dengan baik.
Ia mencontohkan Kedai Rakyat yang disebut mampu mencatat pendapatan hingga ratusan juta rupiah per bulan. Ia juga menyebut Surya Indah H. Hanafing sebagai salah satu sosok yang berhasil membangun usaha.
Bagi Bupati, hal terpenting bukan hanya angka pendapatan atau hasil akhir yang dicapai. Proses di balik keberhasilan tersebut juga menyimpan pelajaran berharga, mulai dari menghadapi tantangan, mengambil keputusan, merintis usaha, hingga mempertahankan pencapaian.
Pengalaman semacam itu, menurutnya, dapat menjadi referensi bagi masyarakat lain, terutama generasi muda yang ingin mengembangkan usaha dan meraih keberhasilan.
Karena itu, ia mendorong agar kisah-kisah tersebut dituangkan dalam buku maupun media dokumentasi lainnya sehingga pengetahuan yang terkandung di dalamnya tidak hilang begitu saja.
“Kalau pengalaman itu ditulis, orang lain bisa belajar. Ini yang harus kita dorong,” ujarnya.
Literasi Harus Menjangkau Kecamatan
Selain mengajak masyarakat menulis, Andi Asman meminta kegiatan literasi diperluas hingga ke berbagai kecamatan. Menurutnya, program literasi tidak seharusnya hanya terpusat di Kota Watampone.
Ia mencontohkan Kecamatan Barebbo dan wilayah lainnya sebagai lokasi yang dapat menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan serupa. Dengan begitu, masyarakat di luar pusat kota juga memiliki kesempatan lebih luas untuk mengakses kegiatan dan sumber pengetahuan.
“Kegiatan seperti ini bisa kita laksanakan di luar Kota Watampone, misalnya di Kecamatan Barebbo dan kecamatan lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Perluasan kegiatan tersebut diharapkan membuat literasi lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi warga untuk mengembangkan potensi di daerah masing-masing.
Perpustakaan Desa dan Kampus Tampilkan Inovasi
Festival Literasi Kabupaten Bone 2026 mengusung tema “Literasi Mengakar, Bone Bertumbuh” dan berlangsung selama tiga hari, 26–28 Oktober 2026.
Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bone ini turut menghadirkan stan pameran dari perpustakaan desa dan perguruan tinggi se-Kabupaten Bone.
Pameran tersebut menjadi ruang bagi pengelola perpustakaan untuk memperkenalkan koleksi, program, inovasi, serta kegiatan literasi yang telah dikembangkan di wilayah masing-masing.
Keterlibatan perpustakaan desa dan perguruan tinggi juga diharapkan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan minat baca dan memperluas akses informasi masyarakat.
Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap literasi tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kecakapan memahami informasi, berbagi pengetahuan, serta mengubah pengalaman dan pembelajaran menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Pembukaan festival turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bone, Camat Tanete Riattang, serta unsur terkait lainnya. (*)



