27 C
Makassar
Wednesday, March 11, 2026
HomePolitikCiptakan Pemilu Bersih, KPU Sulsel Gandeng Organisasi JaDi

Ciptakan Pemilu Bersih, KPU Sulsel Gandeng Organisasi JaDi

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel menggandeng Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulawesi Selatan, terkait upaya menciptakan Pemilu bersih.

“Dengan hadirnya JaDi diharapkan menjadi aliansi strategis bagi KPU Sulsel untuk mendorong kualitas demokrasi lebih baik dan iklim pemilu yang bersih,” ujar Ketua KPU Sulsel, Misna M. Attas, usai menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) ditanda tangani bersama oleh presidium JaDi Prov Sulsel Mardiana Rusli dan Ketua KPU Sulsel, Misna Attas, dalam kegiatan evaluasi dan pelaporan Pilkada 2018 Hotel Four Foin Sheraton,

Lanjut Misna, dengan adanya lembaga aliansi JaDI akan memperkuat akar demokrasi dan juag memperbaiki tatatan regulasi yang seering kali tumpang tinding dalam penerjemaannya.

Selama ini kualitas demokrasi prosedural dikawal oleh penyelenggara pemilu yaitu KPU, Bawaslu dan DKPP.

“Tentu saja, lembaga penyelenggara membutuhkan sparing parnert dalam mengawal proses tahapan pemilu dan pilkada nanti,” ujar Misna.

Dalam MoU tersebut, kata Mardiana Rusli, butir-butir kerjasama yakni melakukan pemantauan bersama, membangun kapasitas penyelenggara, pendampingan hukum bagi penyelenggara, akses dan informasi terkait data kepemiluan, dan bekerjasama dalam membuat kelas-kelas kepemiluan.

“MoU ini komitmen yang mengikat kedua bela pihak dalam aktif bekerjasama menuju pemilu bersih dan berkualitas. Komitmen JaDi adalah mengawal pemilu bersih. Karena satu tujuan yakni integritas proses pemilihan baik Pemilu 2019 maupun Pilkada 2020 sehingga membangun komitmen dengan KPU Sulsel dan ke depan dengan Bawaslu Sulsel juga lembaga pemantau lainnya,” kata Ana Rusli

Mantan anggota KPU Sulsel ini menyatakan bahwa kedua bela pihak baik KPU maupun JaDI menyadari bersama problem-problem penyelenggaraan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh lembaga KPU atau Bawaslu saja. JaDi hadir sebagai nafas gerakan dan KPU juga Bawaslu tentu membutuhkan aliansi strategis untuk mengawal proses, lakukan kritik konstruktif dan membantu peningkatan kapasitas penyelenggara.

Ketelibatan presidium JaDI dan anggota struktural sudah dimulai dari berbagai kegiatan KPU dan Bawaslu diantaranya sebagai Juri Award Pilkada 2018 dan fasilitator evaluasi dan pelaporan untuk KPU dan narasumber untuk pengawasan pertisipatif kegiata Bawaslu Sulsel.

JaDI adalah lembaga yang diinisiasi oleh para aktivis yang pernah berperan dalam penyelenggaran Pemilu. Secara nasional JaDI telah dibentuk 15 Agustus 2018, oleh para komsioner KPU RI dan Bawaslu RI periode 2013-2017. Mereka dari KPU RI adalah Ketua KPU Juri Ardiantoro, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Hadar Nafis Gumay, Sigit Pamungkas. Dan BAwaslu RI ada Nasrullah, Endang Wihdaningtyas, Daniel Zochron dan Nelson Simanjuntak. Secara structural, JaDi juga dibentuk di beberapa provinsi di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img