SULSELEKSPRES.COM – Sebuah video menunjukkan seorang pria terus menggonggong pasca digigit seekor anjing.
Dilansir dari Oddity Central, video ini awalnya diunggah oleh akun Instagram milik tundeednut. Dalam video ini, terlihat jelas sang pria memakai baju berwarna merah dan sudah memakai masker oksigen. Hanya saja, sang pria terus menggonggong setelah dua minggu sebelumnya digigit anjing yang diduga sudah terinfeksi rabies.
BACA: Bisakah Gigitan Kucing Sebabkan Rabies?
Sang pria sendiri sudah mendapatkan vaksin anti rabies, namun ia tetap saja terus menunjukkan gejala terus menggonggong dengan mulut berbusa.
Video ini pun langsung viral di media sosial meskipun sang pengunggah sendiri tidak begitu mempercayainya.
Warganet yang mengomentari video ini pun langsung berpikir jika sang pria sedang berpura-pura atau hanya mencari sensasi saja. Hanya saja, ada salah satu komentar yang justru menyebutkan bahwa ia sendiri pernah melihat hal seperti ini sebelumnya.
Menurut komentator ini, racun yang disebarkan oleh anjing telah mencapai hati sang pria dan besar kemungkinan sudah tidak bisa lagi diobati.
BACA: Kemenkes Puji Program Rabies Centre Diskes Parepare
Kebanyakan orang menganggap video ini hanya berpura-pura meskipun media-media besar di Benua Afrika seperti Pulse sampai memberitakan kabar tentang video ini.
Selain itu, dalam dunia medis, gejala dari infeksi rabies yang disebabkan oleh gigitan anjing biasanya tidak akan sampai membuat seseorang menggonggong.
Gejala infeksi rabies
Dilansir DokterSehat.com, Pakar kesehatan menyebutkan, bahwa gejala rabies biasanya tidak akan langsung terasa setelah digigit anjing. Hal ini disebabkan oleh masa inkubasi virus rabies yang cukup lama, yakni sekitar 30 hingga 60 hari.
Gejala awal yang akan dirasakan adalah sensasi gatal atau kesemutan pada bagian tubuh yang digigit anjing.
Setelahnya, gejalanya akan menjadi semakin parah seperti demam tinggi, tubuh yang menggigil, nyeri otot, susah tidur, dan tubuh yang terasa kelelahan. Setelahnya, korban akan mengalami kegelisahan, disorientasi atau kebingungan, gangguan menelan, kejang-kejang, kelumpuhan, dan kemudian mengalami koma.
Menariknya adalah, ada satu gejala khas yang dialami oleh penderita rabies, yakni mengalami hydrophobia atau takut dengan air dan aerophobia atau ketakutan dengan hembusan udara.



