MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM– Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah (NA) secara resmi membuka Kegiatan Penukaran Uang pada Bulan Ramadan Tahun 2019 di Lapangan Upacara Kantor Gubernur, Jumat (10/5/2019).
Pada Kegiatan yang dilaksanakan oleh Biro Ekonomi Pemprov Sulsel dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sulsel bersama perbankan di Kota Makassar, Nurdin Abdullah menyampaikan budaya masyarakat Sulsel, ketika menyambut Idul Fitri.
“Salah satu tradisi masyarakat di Bulan Ramadan menyambut Hari Raya Idul Fitri adalah dengan melakukan penukaran pecahan uang baru untuk dibagi-bagikan kepada sanak keluarga,” kata Nurdin Abdullah.
BACA: Diisukan Kurang Harmonis, Begini Penjelasan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata Nurdin Abdullah, berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan seluruh perbankan di Sulawesi Selatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil.
“Kegiatan ini merupakan hal yang sangat membantu masyarakat untuk tidak melakukan penukaran uang dari para calo yang dapat merugikan masyarakat,” sebutnya.
“Ini sudah disiapkan layanannya, ini mau uang besar atau uang kecil, jangan lagi kita ke calo, karena uang ini menjadi kebutuhan. Biasalah ini menjadi tradisi ke anak-anak kita untuk membagi-bagikan uang,” sambungnya.
Sementara, Kepala BI Perwakilan Sulsel, Bambang Kusmiarso mengatakan kegiatan penukaran uang ini dapat dilaksanakan di tempat strategis yakni Kantor Gubernur Sulsel.
BACA: Gubernur Sulsel Harap Taman di CPI Diberi Nama Pejuang Asal Luwu
“Secara historis selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri kegiatan perekonomian meningkat, seiring dengan hal itu peningkatan penggunaan uang rupiah pecahan juga meningkat,” ujarnya.
Diketahui, pelayanan juga disediakan di lapangan Karebosi dari 13-29 Mei. Selain 85 titik cabang bank, juga di 20 kantor instansi pemerintah dan 11 titik pusat keramaian seperti pasar dan pusat retail.
BI menyiapkan Rp5,7 triliun untuk penukaran tahun ini, meningkat dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp4,1 triliun.
Sebanyak 33 bank melayani penukaran uang di 85 titik yang terdiri dari 54 bank serta swalayan dan retail di Sulsel tahun ini. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 54 titik di Sulsel.
Khusus untuk Makassar terdapat 11 titik dan dilaksanakan lebih awal di hari kelima puasa, tahun sebelumnya pertengahan menjelang lebaran.



