SULSELEKSPRES.COM – Tidak semua janin bisa berkembang dengan baik di dalam rahim. Tidak sedikit kasus janin lamban berkembang dan bahkan berakhir dengan keguguran. Jika Anda pernah mengalaminya, mungkin disebabkan oleh berbagai kondisi yang dijelaskan di bawah ini.
Janin yang tumbuh lambat di dalam rahim ibu dapat disebabkan oleh gaya hidup hingga berbagai kondisi tertentu seperti dilansir DokterSehat, di antaranya:
1. Kebiasaan Gaya Hidup yang Buruk
Gaya hidup yang dilakukan ibu hamil berdampak bagi pertumbuhan janin. Hasil penelitian yang dilansir beingtheparent.com, menunjukkan bahwa kebiasaan ibu, seperti kekurangan asupan makanan, penyalahgunaan obat-obatan, merokok atau minum alkohol, dan tidak mengonsumsi suplemen asam folat dapat memperbesar kemungkinan janin tidak berkembang dengan baik.
2. Infeksi
Ketika janin terkena infeksi yang ditularkan dari ibu seperti sifilis (infeksi bakteri menular seksual), cytomegalovirus (infeksi virus yang memiliki dampak signifikan ketika kekebalan tubuh menurun selama kehamilan), toksoplasmosis (infeksi parasit yang ditularkan melalui daging yang dimasak kurang matang menyebabkan kerusakan pada janin), dan rubella, maka kemungkinan dapat menjadi penyebab pertumbuhan janin terhambat.
Jika bunda suka makan daging, olahlah dengan benar dan saat masak daging, pastikan daging matang dengan sempurna.
3. Pre-eklampsia
Bunda, tahukan Anda mengapa tekanan darah diperiksa secara rutin selama pemeriksaan kehamilan
Alasannya bahwa peningkatan tekanan darah dapat menjadi indikasi utama pre-eklampsia, yang sering disebut pregnancy-induced hypertension (PIH).
Pre-eklampsia dapat menyebabkan pembuluh darah mengerut. Kondisi ini akan memengaruhi pertumbuhan janin karena adanya hambatan aliran darah ke plasenta. Janin yang kekurangan suplai oksigen dan kekurangan suplemen dari yang seharusnya, menjadi penyebab janin tidak berkembang.
4. Insufisiensi Plasenta
Plasenta adalah organ penting di dalam rahim yang berfungsi menyuplai nutrisi dan oksigen agar janin berkembang dengan baik. Jika plasenta mengalami insufisiensi dan berkembang tidak sempurna, janin tidak bisa berkembang dengan baik dan kemungkinan besar terjadi komplikasi.
Insufisiensi plasenta bisa terjadi karena ibu menderita diabetes, anemia, pernah menggunakan narkoba, dan merokok.
5. Kelainan Kromosom
Saat sperma bertemu dengan ovum, pembuahan terjadi dan peleburan kromosom berlangsung. Jika kromosom yang terbentuk pada embrio jumlahnya terlalu sedikit atau terlalu banyak, gangguan bisa saja terjadi, yang salah satunya adalah terhambatnya pertumbuhan
6. Kekurangan Air Ketuban
Jumlah air ketuban yang optimal diperlukan untuk perkembangan janin. Jumlah air ketuban dapat berkurang di bawah normal atau disebut oligohidramnion, karena berbagai alasan seperti karena beberapa obat yang diminum oleh ibu, kondisi kesehatan ibu, solusio plasenta, kantung ketuban sedikit pecah, dan lainnya. Kondisi tersebut bisa menjadi penyebab bayi terhambat pertumbuhannya.
7. Kelainan Tali Pusat
Tali pusat berbentuk seperti tabung panjang yang menghubungkan janin dengan plasenta ibu yang menyuplai oksigen dan nutrisi dari tubuh ibu ke janin.
Garis pusatbiasanya mengandung dua arteri pusat dan satu vena pusat, yang menyalurkan darah antara plasenta dan janin. Terkadang, apabila tali pusat hanya memiliki satu arteri, maka hal ini akan menyebabkan bayi pertumbuhannya terhambat di dalam janin.
8. Penyebab Lainnya
Beberapa faktor lain yang menyebabkan janin susah berkembang dengan baik di antaranya:
Diabetes stadium lanjut
Tekanan darah tinggi atau penyakit jantung
Penyakit ginjal atau penyakit paru-paru
Malnutrisi atau anemia
Anemia sel sabit



