30 C
Makassar
Thursday, February 12, 2026
HomeRagamTernyata Ini Penyebab Ketombe

Ternyata Ini Penyebab Ketombe

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang menyebabkan serpihan kulit muncul yang biasanya disertai dengan rasa gatal. Penyebab ketombe tidak diketahui secara pasti, tapi ada banyak sekali faktor yang mungkin dapat memicu ketombe.

Banyak yang mengira bahwa tidak membersihkan rambut dengan baik merupakan penyebab ketombe, tapi nyatanya ini bukan merupakan penyebab utama ketombe. Kebersihan yang buruk tidak menyebabkan ketombe, tapi dapat membuat ketombe semakin memburuk dan terlihat.

Ketombe termasuk kondisi yang sangat umum. Dalam beberapa kasus yang parah, ketombe dapat mengganggu penampilan dan juga menurunkan kepercayaan diri.

Penyebab Ketombe

Sebelumnya disebutkan bahwa ketombe dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Mengetahui penyebab ketombe secara pasti tentu akan sangat membantu dalam mencari perawatan yang tepat.

Berikut adalah berbagai faktor penyebab ketombe dan yang memperburuk ketombe yang wajib Anda kenali:

1. Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik adalah kondisi yang menyebabkan kulit menjadi iritasi, berminyak, dan bersisik.

Dermatitis seboroik yang terjadi pada kulit kepala dapat menjadi penyebab ketombe. Selain menyerang kulit kepala, kondisi ini pada dasarnya dapat muncul di beberapa bagian kulit lain, terutama yang berpotensi memproduksi minyak lebih banyak.

Penyebab umum dermatitis seboroik adalah jamur Malassezia yang biasanya hidup di kulit kepala. Jamur ini memakan minyak yang dikeluarkan oleh folikel rambut.

Ketika jamur terlalu aktif, jamur akan menyebabkan kepala mengalami iritasi dan menghasilkan sel kulit tambahan. Sel-sel kulit ekstra ini akan mati, rontok, dan bercampur dengan minyak di kulit kepala dan membentuk ketombe.

2. Ragi

Ragi adalah mikroorganisme yang masuk ke dalam kingdom fungi, sama seperti jamur.

Seseorang yang sensitif terhadap ragi memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami ketombe. Umumnya sinar UVA (ultraviolet A) dapat menangkal ragi. Hal ini yang membuat ketombe biasanya memburuk atau cenderung muncul di musim-musim dingin di mana Anda lebih jarang terpapar matahari.

3. Kulit Kering

Kulit kering dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah udara dingin yang menyebabkan kelembapan udara menurun.

Kulit yang terlalu kering juga berpotensi mengembangkan ketombe. Kulit kering menyebabkan kulit terasa gatal dan mudah mengelupas. Ketombe kering dengan serpihan kecil dan tidak berminyak kemungkinan disebabkan oleh kondisi ini.

4. Keramas Terlalu Sering

Banyak orang yang beranggapan bahwa jarang keramas dapat menyebabkan penumpukan minyak dan sel kulit mati yang menyebabkan ketombe, namun pada dasarnya hal ini tidak terbukti.

Terlalu sering keramas justru diklaim menjadi salah satu penyebab ketombe karena terlalu sering keramas dapat membuat kulit kepala kering dan iritasi. Keramas maksimal dua hari sekali dianggap ideal sebagai perawatan rambut. Jangan lupa untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan rambut Anda.

5. Sampo dan Produk Perawatan Rambut Lainnya

Penggunaan sampo dan produk perawatan rambut yang salah juga berpotensi menyebabkan kulit kepala iritasi, gatal, dan juga bersisik.

BACA: Aturan Insentif Direksi BPJS Kesehatan Dihapuskan

Sensitivitas yang tinggi terhadap sampo dan produk perawatan lain dapat menyebabkan reaksi yang disebut dengan dermatitis kontak. Jika produk tertentu memberikan efek negatif pada rambut dan kulit kepala, sebaiknya pertimbangkan untuk mengganti produk tersebut dengan produk lain.

6. Kondisi Kulit Tertentu

Selain dermatitis seboroik, ada banyak kondisi kulit lainnya yang juga dapat menjadi penyebab ketombe.

Kondisi kulit seperti psoriasis dan eksim dapat meningkatkan kemungkinan seseorang memiliki ketombe. Infeksi akibat jamur Tinea capitis juga dapat menyebabkan kurap di kulit kepala yang dapat menciptakan ketombe.

7. Kondisi Medis Tertentu

Bukan hanya kondisi pada kulit saja, kondisi medis lain yang tidak secara langsung memengaruhi kulit juga dapat menyebabkan ketombe.

BACA: Begini Dampak Sering Keramas di Malam Hari

Seseorang yang memiliki penyakit Parkinson atau penyakit neurologis lainnya biasanya rentan terhadap ketombe. Penyakit yang memengaruhi sistem imun tubuh juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami dermatitis seboroik atau ketombe.

Contohnya seperti pada orang dengan HIV/AIDS, orang yang baru pulih dari serangan jantung atau stroke, atau yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena akibat lainnya.

8. Stres

Stres juga disebut-sebut dapat menjadi salah satu penyebab ketombe.

Pada dasarnya hal ini disebabkan karena stres berkaitan dengan beberapa gangguan kulit. Pada kondisi seperti psoriasis, stres dapat dikatakan sebagai pemicu utama. Stres juga diduga terkait dengan dermatitis seboroik.

9. Faktor Makanan

Pola makan sangat terkait erat dengan kondisi tubuh seseorang dan ternyata pola makan yang salah juga dapat menyebabkan ketombe. Kurangnya konsumsi beberapa nutrisi seperti zinc, vitamin B kompleks, dan beberapa jenis lemak diduga dapat meningkatkan risiko ketombe.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img