25 C
Makassar
Sunday, April 5, 2026
HomeMetropolisPegawai Kemenkumham Sulsel Kurban 11 Ekor Sapi

Pegawai Kemenkumham Sulsel Kurban 11 Ekor Sapi

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Jajaran pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Selatan turut turut berkurban pada perayaan Idul Adha 2020.

Sebanyak 11 ekor sapi kurban disembelih di halaman kantor Kenkumham Kanwil Sulsel, jalan Sultan Alauddin, kota Makassar, Sabtu (1/8/2020) pagi.

Penyembelihan ini disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, Harun Sulianto, didampingi sejumlah pegawai dan panitia kurban.

Menurut keterangan Harun Sulianto, pelaksanaan kurban ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua panitia dilengkapi dengan masker dan hanya 10 panitia saja yang hadir menyembelih.

“Pelaksanaan kurban ini beda dari tahun sebelumnya. Sekarang protokol kesehatan kita perketat. Ini semua panitia pakai masker dan cuma 10 orang saja yang datang,” ujar Harun.

“Untuk menghindari kerumunan, panitia akan bagikan langsung dagingnya ke masyarakat. Makanya kita kunci itu gerbang, supaya masyarakat tidak datang berkerumun,” jelasnya.

Sementara menurut keterangan panitia kurban,  Ayusriadi, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahunnya, dengan jumlah kurban yang berbeda-beda.

Tahun ini, jumlah hewan kurban yang disembelih 11 ekor. Lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 10 ekor sapi. Hal itu karena didukung dengan kegiatan menabung setiap bulan dari 70 orang pegawai.

Sementara untuk distribusi daging kurban, tahun ini dilakukan secara door to door, untuk menghindari kerumunan orang, agar tidak rentan dengan penularan Covid-19.

”Yang ada di Kanwil hanya panitia saja. Jumlahnya 10  orang. Untuk distribusi daging kurban langsung kita serahkan ke rumah masing masing,“ kata Ayusriadi

“Pembagiannya dimulai sekitar pukul 12.00 WITA. Panitia akan langsung bergerak ke rumah warga yang berhak menerima. Kami utamakan yang ada di sekitar Kanwil,” lanjutnya.

Lebih lanjut Ayusriadi mengatakan, substansi jurban pada hakikatnya adalah melaksanakan amalan yang telah dicontohkan Nabi Ibrahim AS, agar dapat meraih takwa.

“Hakikatnya kan ibadah. Tapi di tengah kondisi sekarang, semoga kita dapat menghidupkan kepekaan sosial yang rasanya berkurang oleh kesibukan duniawi, ketakutan, dan was-was dengan cara berbagi daging hasil sembelihan,” terangnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img