26 C
Makassar
Selasa, Januari 25, 2022
BerandaDaerahAMMK: Bebaskan Masyarakat Adat Matteko

AMMK: Bebaskan Masyarakat Adat Matteko

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Aliansi Masyarakat Menjemput Keadilan (AMMK) memita hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, untuk menjatuhkan vonis asil bagi enam orange warga Matekko, Desa Erlembang, Gowa yang saat ini sedang ditahan, atas tuduhan dugaan pengruaaakan hutan.

Menurut Humas AMMK, Muhaimin Aresenio , data yang dikeluarkan dan hasil BAK oleh kapolres Gowa tidak berdasarkan fakta di lapangan. Karena keenam orang masyarakat adat Matteko tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari aktivitas ini (kerja bakti), melainkan membersihkan pohon pinus yang menghalangi dan berpotensi menganggu aktivitas masyarakat setempat.

BACA: Sambut Uul di Rujab, Bupati Sinjai berikan perhatian kepada siswa berprestasi

“Selain itu data hasil BAK oleh Kapolres Gowa tidak sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh keenam orang masyarakat adat Matteko,” paparnya.

Berdasarkan hasil kajian AMMK, keenam orang masyarakat adat Matteko tidak pernah melakukan pengerusakan hutan, melainkan aktivitas yang mereka lakukan adalah kerja bakti dengan tujuan membersihkan pohon pinus yang menghalangi maupun berpotensi menganggu aktivitas masyarakat setempat.

Kerja bakti merupakan rutinitas masyarakat adat matteko yang dilakukan satu kali dalam seminggu setiap hari jum’at. Jika ada sesuatu yang terjadi di dusun ini yang tidak diinginkan maka kerja bakti bisa dilakukan sepanjang untuk kepentingan bersama.

Sehingga, lanjut dia, penahan terhadap keenam warga Matteko selama tujuh bulah di Rutan Makassar telah berdampak buruk terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan di Desa Erlembang. Selama 7 bulan proses belajar di SD Matteko mengalami kemerosotan, karena salah satu guru operator sekolah ditahan, sehingga aktivitas pendidikan di Dusun Matteko terganggu.

Menjelang sidang putusan, warga Matteko dan AAMK akan mendesak pihak hakim dan pengadilan negeri (PN) Sungkabupaten Gowa untuk memberikan keadilan se adil-adilnya kepada enam orang warga Matteko sebagai korban kriminalisasi oleh UU P3H.

BACA JUGA :  Diskominfo Bone Inisiasi Bentuk KIM

“Perlu kami tegaskan lagi, bahwa ke enam orang warga Matteko sampai hari ini tidak pernah melakukan pengerusakan hutan atau pohon pinus yang ada dalam kawasan hutan lindung maupun hutan produksi terbatas di Desa Erlembang, apalagi mengambil keutungan aktivitas tersebut. Hal diatas menjadi pertimbangan bagi majelis hakim pengadilan negeri Sungguminasa, kabupaten Gowa dalam memutuskan perkara ini seadil-adilnya,” ujarnya.

Dengan ini kami dari masyarakat adat Matteko dan Aliansi Matteko Menjemput Keadilan (AMMK) menyatakan, bebaskan 6 orang masyarakat adat Matteko, stop menyebar luaskan pembohongan Publik Tegakkan keadilan yang berpihak kepada masyarakat adat.

BACA JUGA

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6