25 C
Makassar
Jumat, April 23, 2021
BerandaHeadlineNurdin: Hak Angket By Design, Ketahuan Siapa Bermain

Nurdin: Hak Angket By Design, Ketahuan Siapa Bermain

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Gubernur Nurdin Abdullah berbicara terbuka terkait Hak Angket terhadap dirinya dihadapan pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulsel.

Menurut dia, bergulirnya hak angket terhadap dirinya belum lama ini adalah by design. Dia juga mengaku tahu siapa yang bermain dan mencoba menghentikan dirinya dari jabatan sebagai kepala daerah.

“Ini (Hak) Angket ini by desain. Ketahuan semua siapa yang bermain dibelakang angket ini,” kata Nurdin Abdullah dalam sambutannya, di Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Senin (26/8/2019).

Baca: Nurdin Abdullah: Dualisme Kepemimpinan Tidak Ada, yang Ada Tidak Bisa Bawa Diri

Baca: Dua Kali ‘Koalisi’ Golkar-Nasdem Kalah Oleh Nurdin Abdullah

Olehnya itu, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini menyampaikan kepada seluruh elemen agar bekerja secara profesional dalam menjalankan amanah masing-masing.

“Sekali lagi saya titipkan kepada kita semua, mari kita kerja profesional ini bukan berakhir, ini bukan yang pertama dan yang terakhir tapi masih banyak kedepan. Saya akan mengambil langkah-langkah untuk menegakkan integritas pemerintahan,” jelasnya.

Menurutnya, selama satu tahun pemerintahan provinsi Sulsel dibawah kepemimpinan dirinya dan Andi Sudirman Sulaiman hanya menyelesaikan masalah di internal.

Baca: Pengamat: Andi Sudirman Jadi Beban Bagi Nurdin Abdullah

“Setahun kita berjalan hanya soal internal saja kita urus. Saya ingin sampaikan SK 188 itu akan segera kita evaluasi, kita akan kembalikan orang-orang yang selama ini berkompeten,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga Prof Nurdin Abdullah menegaskan tidak ada yang boleh campur tangan dalam menentukan jabatan di lingkup Pemprov Sulsel.

“Sekali lagi saya tegaskan, kali lagi saya sampaikan kepada kita semua bahwa kita kembalikan kepada mekanisme dan tidak ada satupun yang boleh campur tangan dalam jabatan di provinsi Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

(*)

- Advertisment -

Headline