Ikan Lele yang ditelateni Rafli tersebut memiliki kualitas yang sangat baik. Hal itu ditandai dengan jenis pakan yang diberikan, juga waktu pemberian makan yang tidak pernah bergeser sedikitpun dari waktu yang ditentukan.
Hal itu turut dibenarkan oleh Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Victor, saat ditemui reporter Sulselekspres.com di tempat kerjanya.
“Di sini ada 50 kolam Lele. Jadi ini hasilnya diambil langsung sama Carefour dan Lotte Mart. Satu kilo itu harganya 13 ribu. Bisa naik tiga sampai empat ekor setiap kilo. Panen normalnya tiga bulan sekali” terang Victor.
“Jadi ternak Lele ini ada ilmunya. Karena dia (Lele) sifatnya kanibal, suka makan sesama, makanya pemberian pakan itu tidak boleh lewat dari waktu yang ditentukan. Kalau lewat, mereka saling makan.”
“Pakannya juga tidak sembarang. Ini kita kasih Pelet, soalnya kita jaga kualitas dagingnya. Kalau dikasi usus ayam kan bau, terus kualitas dagingnya juga tidak begitu bagus,” jelas pria yang menjadi otak keberhasilan Lapas Narkotika Sungguminasa dalam menggaet kepercayaan Lotte Mart dan Carefour.
“Jadi bukan karena ini produk Lapas terus kualitasnya rendah. Tidak begitu. Kita justru selalu mengutamakan kualitas. Karena ini menyangkut kepercayaan orang juga,” tegas Victor.
Selain ikan Lele, rencananya Victor akan mengembangkan usaha Lapas Narkotika Sungguminasa, dengan membudidayakan ikan Nila.
“Saya sekarang sementara rencanakan ini perbanyak ikan Nila. Tapi sekarang belum dulu,” ujar Victor.
Hari semakin larut. Hujan semakin deras. Kumandang adzan magrib memotong percakapan kami. Selang beberapa waktu hujan reda, kalimat pamit menutup perbincangan kami.



