24 C
Makassar
Senin, November 29, 2021
BerandaTopikAustralia Bakar Kapal Nelayan RI

Australia Bakar Kapal Nelayan RI

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Otoritas Australia memusnahkan tiga kapal nelayan Indonesia lantaran kedapatan memancing di wilayah perairan milik Canberra.

Kepala Komando Perbatasan Maritim, Laksamana Muda Mark Hill, mengatakan beberapa kapal dan nelayan yang tertangkap kali ini bukanlah “wajah baru”. Karena, tegasnya, pernah tertangkap sebelumnya.

“Mereka (nelayan) sudah terbiasa, karena sayangnya kami melihat beberapa residivis,” ujar Laksamana Hill seperti dikabarkan CNBC Indonesia, Selasa (9/11/2021).

Laksamana Hill mengungkapkan sebenarnya total kapal yang tertangkap berjumlah 16. Namun 13 kapal lainnya hanya diusir.

BACA JUGA :  Danny Jadi Pembicara Smart Cities Week di Australia, Pukau Para Inovator Dunia

Untuk ketiga kapal lainnya, kapal itu yang dimusnahkan dengan cara dibakar. Sebelumnya petugas juga menyita peralatan pancing, jaring, dan juga hasil tangkapan kapal tersebut.

“Kami memiliki akhir pekan yang sibuk di mana kami menemukan 16 kapal yang menangkap ikan secara ilegal. (Kami) meresponsnya bersama dengan otoritas perikanan Australia Barat,” kata Ia menambahkan.

Laksamana Hill menyebutkan juga bahwa masuknya kapal nelayan RI ke wilayah perairannya disebabkan oleh faktor bencana alam siklon di Selatan Indonesia. Ini menyebabkan nelayan-nelayan itu beralih ke wilayah Australia.

Menurutnya, seharusnya pemerintah Indonesia memberikan bantuan kepada mereka. Ini agar nelayan tak melakukan ini.

“Itu masalah bagi pemerintah Indonesia, mereka perlu memberikan bantuan kepada rakyatnya ketika mereka mengalami bencana alam itu,”pungkasnya.

Sementara itu, nelayan Australia menilai masuknya nelayan RI sering terjadi berulang kali. Bahkan, diklaim jumlahnya meningkat sepanjang waktu.

“Kami memiliki lima kapal yang beroperasi di perikanan itu, jadi kami cukup sering berinteraksi dengan nelayan ilegal,” katanya.

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.284,0
EUR
16.394,6
JPY
125,3
KRW
12,1
MYR
3.430,4
SGD
10.543,3